Mentradisikan Belajar Sepanjang Hayat

Perpustakaan yang terdapat di PKBM CORDOVA dilengkapi dengan koleksi buku yang berkulitas sesuai dengan kurikulum terbaru.

Sekretariat PKBM CORDOVA

Gedung Sekretariat Dan Aktivitas Administratif Serta Kegiatan di PKBM CORDOVA.

Ruang Kelas PKBM CORDOVA

Demi Berlangsungnya Kegiatan Ujian yang Maksimal di Dukung Ruang kelas Yang Memadai.

Selamat Datang di Website PKBM CORDOVA | Sebuah Web Yang Menjadi Wadah Aktivitas Dan Kegiatan PKBM CORDOVA Yang semoga saja dapat memberikan Ilmu dan pemahaman baru bagi para pembaca | Jangan Lupa Like dan Tinggalkan Pesan Anda Pada Kotak Pesan Disamping Kanan |

Jumat, 24 Juni 2011

cara buat email (yahoo atau gmail) gratis

Sebenarnya gampang sekali buat email:
Untuk email Yahoo caranya:
Saat Komputer sudah terhubung ke Internet , Buka Web Browsing misalnya Internet explorer atau Mozilla Firefox
Di kolom addres ketikkan : http://www.yahoo.com . (klik aja)
Klik Sign Up di pojok kanan atas kolom.
Untuk membuat alamat email : namakamu@yahoo.com pilih pada kolom I prefer content from : pilih (Yahoo!U.S in English)
Untuk membuat alamat email : namakamu@yahoo.co.id pilih pada kolom I prefer content from : pilih (Yahoo! Indonesia)
Isi data sesuai nama kamu untuk email resmi atau data ngawur buat chatting di Yahoo messenger
Setelah semua diisi, Jangan lupa tandai kolom kecil di Do you agree dan klik create My Account atau Anda Setuju dan klik Buat Akun saya

Klik perintah selanjutnya dan Tunggu sampai muncul halaman Email yg sudah Dibuat. Selesai

Untuk email Gmail caranya:

Buka Web Browsing misalnya Internet explorer atau Mozilla Firefox
Di kolom addres ketikkan : http://www.google.com . (klik aja)
Klik Gmail di urutan 6 pojok kiri atas halaman web.
Akan muncul halaman ” Wellcometo Gmail ” Klik Sign up for Gmail
Muncul halaman ” Create aGoogle a Account-Gmail“
Isikan data di kolom Get starter with Gmail. Isi nama depan dan belakang kamu
Untuk membuat alamat email : namakamu@gmail.com pada kolom : I Desired Login name: isikan namakamu minimal 6 karakter. Misal : safira, Akan menjadi email : safira@gmail.com.
Cek apakah nama kamu sudah dipakai dengan klik Check Availability
Setelah semua diisi, klik I accept. Create My Account
Halaman Congratulation akan muncul yang berarti anda Sukes buat Email Gmail .
Klik I’m ready – show me my account. Akan muncul halaman email yg telah selesai anda buat.

Untuk Buka Email :
1. Email Yahoo : Sama dengan no 1-2 diatas , Kemudian Klik Sign-in
2. Email Google : Sama dengan no 1-3 diatas , Kemudian Masukkan Nama Pengguna dan Kata Sandi atau Klik disini

Selesai.
NB   :Jangan lupa selalu SIGN OUT setiap keluar dari halaman email.
Saran : Jika buat email Yahoo, sebaiknya pilih yang ******@yahoo.co.id (disediakan POP3 gratis) Email bisa diakses dan disimpan di PDA atau Computer. Untuk Gmail POP3 gratis.

sumber : http://fath102.wordpress.com/2008/03/26/cara-buat-email-yahoo-dan-gmail/

Kamis, 23 Juni 2011

wawasan PKBM

KIPRAH PKBM
LAHIRNYA PKBM DI INDONESIA
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hadir di Indonesia di tengah-tengah kondisi krisis sosial ekonomi nasional pada tahun 1998. Kehadiran PKBM sebenarnya memiliki latar belakang yang cukup panjang.

Fakta menunjukkan bahwa pendidikan formal dan sistem persekolahan ternyata tidak cukup untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, tingginya tingkat buta aksara bagi orang dewasa, tingginya tingkat pengangguran, tingginya tingkat kemiskinan dan sebagainya.

Di pihak lain, kebijakan pemerintah dalam pembangunan pendidikan sangat menitikberatkan pada pendidikan formal dan sistem persekolahan. Adapun perhatian pada pendidikan non formal masih sangat terbatas. Hal ini dapat dilihat dari alokasi anggaran dan fasilitas maupun berbagai sumberdaya lainnya yang jauh lebih besar dicurahkan bagi pendidikan formal dan sistem persekolahan.

Sesungguhnya pendidikan non formal telah dikenal dalam peradaban manusia jauh sebelum adanya pendidikan formal dan sistem persekolahan. Namun pembinaan pendidikan nasional selama ini masih didominasi oleh pendidikan formal. Pembinaan pendidikan non formal dilakukan oleh pemerintah hanya melalui berbagai pendekatan proyek yang bersifat sementara dan kadangkala tidak berkelanjutan. Cakupannyapun masih sangat terbatas pada beberapa jenis kebutuhan pendidikan yang bersifat nasional. Sementara pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh masyarakat masih bertumpu pada jenis-jenis pendidikan yang memiliki nilai komersial sehingga dapat ditarik pembayaran dari masyarakat untuk membiayai kegiatan pendidikan tersebut.

Untuk meningkatkan efektivitas keberhasilan pendidikan non formal telah dilakukan berbagai evaluasi terhadap kiprah pendidikan non formal selama ini. Negara-negara yang tergabung dalam UNESCO menyimpulkan bahwa pembangunan pendidikan non formal haruslah semaksimal mungkin bersifat partisipatif, dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri dan peran pemerintah sebaiknya diposisikan lebih sebagai fasilitator. Hal ini terlihat dari berbagai naskah deklarasi antara lain deklarasi Jomtien, Dakar, dan sebagainya.

Salah satu upaya konkrit untuk mengimplementasikan gagasan tersebut adalah dengan mendorong dan memotivasi terwujudnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Community Learning Centre. PKBM bukanlah sepenuhnya merupakan suatu konsep yang baru sama sekali. Sebagai contoh di Jepang PKBM dikenal sejak tahun 1949 dengan nama Kominkan. Kominkan telah turut memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi pembangunan kemajuan masyarakat Jepang. Sampai dengan tahun 2004 diperkirakan ada sekitar 18.000 Kominkan terdapat di seluruh Jepang.

Untuk menggerakkan masyarakat agar terwujud PKBM di Indonesia, Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional merumuskan berbagai kebijakan dan program untuk mengidentifikasi dan memotivasi agar masyarakat dengan kesadarannya sendiri membentuk dan mengelola berbagai kegiatan pembelajaran bagi masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing. Gagasan ini mendapatkan sambutan cukup baik oleh masyarakat sehingga pada awal tahun 1998 mulai dikukuhkan keberadaan berbagai PKBM di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

PENTINGNYA KONSEP PKBM
Sebagai suatu institusi baru yang bergerak dalam berbagai kegiatan pendidikan non formal di tingkat akar rumput, PKBM berkembang secara dinamis dan belum didukung oleh berbagai pijakan kerangka teoritik dan akademik yang memadai. Pengembangan PKBM sepenuhnya didasarkan atas pengalaman di lapangan yang situasi kondisinya sangat beragam. Dengan sendirinya Konsep PKBM yang berkembangpun sangat bervariasi dari suatu PKBM ke PKBM lainnya. Konsep PKBM yang berkembang sangat umum dan kurang tajam mengungkap secara menyeluruh eksistensi dan karakteristik PKBM itu sendiri.


Longgarnya konsep tentang PKBM ini di satu sisi memberikan fleksibilitas yang tinggi bagi inovasi pengembangan PKBM pada tahap awal pengembangannya namun konsep yang terlalu umum ini tidak memadai untuk menjadi pijakan bagi pengembangan PKBM lebih lanjut. Di samping itu, ketidakjelasan konsep tentang PKBM dapat menimbulkan adanya kesimpangsiuran pemahaman tentang PKBM yang dapat mengakibatkan kontra produktif bagi pengembangan PKBM selanjutnya. Adapun konsep tentang PKBM yang tertulis masih sangat terbatas, dan itupun masih sangat kental dipengaruhi perspektif birokratik belum menggambarkan konsep yang lebih utuh.

Dengan diakuinya secara eksplisit PKBM sebagai salah satu satuan pendidikan non formal dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menjadi tanggungjawab semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat luas untuk mengembangkan PKBM dalam rangka mensukseskan tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian keberadaan konsep PKBM yang lebih jelas dan lebih memadai bagi pengembangan PKBM lebih lanjut sangat dibutuhkan. Tanpa adanya konsep PKBM yang jelas dan memadai akan sulit dibangun rencana strategis yang baik dalam pengembangan PKBM selanjutnya baik di tingkat institusi, di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Hal ini tentunya akan mengakibatkan tidak adanya sinergi, rendahnya efektivitas dan inefisiensi dalam pengembangan PKBM lebih lanjut

PENGEMBANGAN KONSEP PKBM
Mengingat PKBM merupakan suatu institusi baru, maka pengembangan konsep PKBM sementara ini lebih didasarkan atas hasil observasi yang bersifat umum terhadap berbagai pengalaman PKBM selama ini. Konsep PKBM inipun sedang terus berkembang seiring dengan berbagai inovasi yang muncul dalam pengalaman pengembangan PKBM di lapangan. Di kemudian hari tentunya juga diharapkan pengembangan konsep PKBM ini juga didasarkan atas berbagai hasil kajian dan penelitian akademik yang lebih mendalam, sehingga dihasilkan konsep PKBM yang lebih solid, lebih tajam dan lebih menyeluruh.

Pengembangan konsep PKBM haruslah memperhatikan dua faktor secara bersamaan yaitu faktor kemampun konsep dalam menjelaskan secara lengkap dan utuh seluruh eksistensi dan karakteristik PKBM itu sendiri dan faktor kemampuan konsep dalam mengakomodasikan berbagai perkembangan dan keragaman PKBM baik yang telah ada maupun yang akan datang. Atas dasar pertimbangan tersebut maka konsep PKBM yang diuraikan dalam kesempatan ini lebih merupakan konsep yang bersifat generik. Artinya konsep PKBM yang diungkapkan ini adalah konsep yang dapat dikembangkan lebih lanjut ke dalam berbagai model-model PKBM yang bervariasi.

Pendekatan yang digunakan dalam mengembangkan konsep PKBM yang akan diuraikan lebih lanjut didasarkan atas pendekatan yang bersifat induktif. Formulasi konsep PKBM ini didasarkan atas pergumulan dan pengalaman praktis dalam membentuk, membangun dan mengembangkan PKBM sehari-hari. Di samping itu, juga melalui pengalaman dalam memperhatikan berbagai inovasi, keberhasilan dan permasalahan yang dihadapi berbagai PKBM yang terungkap dalam berbagai diskusi di pertemuan tingkat nasional tentang PKBM baik dalam kerangka Forum Komunikasi PKBM Indonesia maupun dalam kerangka perumusan dan perbaikan berbagai program dan kebijakan yang bekaitan dengan PKBM oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas. Konsep PKBM yang diuraikan ini telah melalui pembahasan oleh Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi PKBM Indonesia sebagai suatu organisasi nasional yang mewadahi kebersamaan dan persatuan PKBM di seluruh Indonesia.

sumber : http://pkbmronaa.blogspot.com/

info beasiswa STIMIK DW Metro

STMIK Dharmawacana
Jln. Imam Bonjol 22 Hadimulyo Metro Pusat
Kode Pos 34111 Telp.0725-43141
atau bisa menghubungi :
PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) RONAA
Jl. Yos Sudarso No.81 15 Polos Metro Pusat Kota Metro 34111
Telp. 085279037243 - 085269084900. email : pkbm.ronaa@gmail.com

Atau
PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) CORDOVA
Jl. Raya Melaris Negeri Jemanten Kec. Marga Tiga Kab. Lampung Timur 34195
hp. 085669609360. email : pkbm.cordova@gmail.com

Berikut jadwal proses pendaftaran - Penerimaan :
Tanggal 15 Juli 2011 (koreksi kelengkapan berkas peserta didik)
Tanggal 16 Juli 2011 (pengambilan Nomor Test )
Tanggal 20 - 23 Juli 2011 (Pelaksanaan Test)
Tanggal 25 Juli 2011 (Pengumuman Test)
Tanggal 01 - 15 Agustus 2011 ( Regristasi (daftar ulang)peserta didik yang lulus test(berlaku untuk semua program))
Tanggal 08 September 2011 (Orientasi [OSPEK] )

Sumber : http://pkbmronaa.blogspot.com/

gratisan yg jd menu andalan masyarakat indo

FREE..????
Dilihat dari perkembanganya, fenomena ini tidak lepas dari pro dan kontra. Bagi yang pro dengan program-program itu mengatakan bahwa itu adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penurunan angka anak putus sekolah, sekolah gratis bagi orangtua bisa mengurangi beban pikirannya untuk masalah biaya pendidikan dan tidak ada lagi anak-anak yang tidak boleh ikut ujian hanya karena belum bayar iuran sekolah. Sedangkan yang kontra berkata pemerintah bagaikan pahlawan kesiangan, Hal ini dikarenakan telah ada yang lebih dulu melakukan hal tersebut, yaitu LSM-LSM yang concern pada bidang pendidikan dan penanganan masyarakat tak mampu. Adanya kurang rasa harus sekolah, kesadaran akan pendidikan sangat kurang, anak lebih mementingkan pekerjaan dari pada harus sekolah yang tidak mengeluarkan apa-apa. Biaya pendidikan gratis hanya sampai dengan Sekolah Menengah Pertama sedangkan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas tidak. Sedangkan tamatan Sekolah Lanjutan Tingkat Ataslah yang merupakan tombak utama dan usia yang mapan untuk mencari pekerjaan serta penghasil devisa negara.

Sekolah menjadi bermutu karena ditopang oleh peserta didik yang punya semangat belajar. Mereka mau belajar kalau ada tantangan, salah satunya tantangan biaya.

....Generasi muda dipupuk untuk tidak mempunyai mental serba gratisan.....

Sebaliknya ..........

mental gratisan dikikis habis. Kerja keras, rendah hati, toleran, mampu beradaptasi, dan takwa, itulah yang harus ditumbuhkan agar generasi muda ini mampu bersaing di dunia internasional,

mampu ambil bagian dalam percaturan dunia, bukan hanya menjadi bangsa pengagum, bangsa yang rakus mengonsumsi produk. Paling susah adalah pemerintah menciptakan kondisi agar setiap orangtua mendapat penghasilan yang cukup sehingga mampu membiayai pendidikan anak-anaknya.

Sedangkan biaya yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memiliki biaya besar, seperti: study tour (karyawisata), studi banding, pembelian seragam bagi siswa dan guru untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah), serta pembelian bahan atau peralatan yang tidak mendukung kegiatan sekolah, semuanya tidak ditanggung biaya BOS. Dan pemungutan biaya tersebut juga akan tergantung dengan kebijakan tiap-tiap sekolah, serta tentunya pemerintah akan terus mengawasi dan menjamin agar biaya-biaya tersebut tidak memberatkan para siswa dan orangtua. Bagaimana jika suatu waktu terjadi hambatan atau ada sekolah yang masih kekurangan dalam pemenuhan biaya operasionalnya? Pemerintah daerah wajib untuk memenuhi kekurangannya dari dana APBD yang ada. Agar proses belajar-mengajar pun tetap terlaksana tanpa kekurangan biaya.

sumber :http://pkbmronaa.blogspot.com/

Rabu, 22 Juni 2011

pkbmcordova ngikut dunk....

Promotion

Tim LPBM Dharmawacana bersama Tim PKBM Ronaa mengadakan sosialisasi program


Berpose, KAPOK Band from IMPAS UKM STAIN Jurai Siwo Metro, diacara sosialisasi
Event sosialisasi LPBM Dharawacana bersama PKBM Ronaa di Melaris Lampung Timur


Acara Perpisahan Peserta didik MTs/MA Ma'arif Daarul Rahman
disponsori salah satunya oleh STMIK Dharma Wacana Metro
sekaligus sosialisasi LPBM Dharmawacana bersama PKBM Ronaa Metro


Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
SURVIVE


Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ronaa, saat ini sedang berusaha melayani, menjembatani masyarakat dalam hal pendidikan dan pendidikan kecakapan hidup di bidang non formal. seperti waktu dekat-dekat ini rencana yang akan diadakan adalah mengadakan Kursus Gratis (Pendidikan kecakapan Hidup) yaitu bidang Teknologi Informasi (Teknisi Komputer dan Design Grafis) dimana peluang ini diberikan seluas-luasnya kepada masyarakat yang maing ingin berkarya di bidang tersebut, menyangkut saat ini memang IT sangat populer digunakan dimana-mana...(hingga saat ini pun sistem pembayaran rekening listrik pun, akan dibuat prabayar) artinya wabah IT saat ini sedang menyerang kehidupan manusia.

oleh karena itu, PKBM Ronaa mengambil inisiatif untuk mengadakan Pendidikan Kecakapan Hidup bidang IT. kenapa harus Informasi Teknologi yang di adakan. Antusias masyarakat sangat tinggi, tatkala program tersebut di berikan kepada mereka...kami selaku lembaga penyelenggara tidak begitu memahami....apa karena "Gratis".....atau karena memang "Haus Ilmu" sehingga mereka begitu antusias....haha...
karena untuk saat ini juga khususnya Kota Metro Wabah IT sedang merambah disini...jadi mungkin itu yang membuat mereka sangat antusias sekali...

Program yang diselengggarakan adalah hasil kerjasama, antara :
1. Lembaga PKBM Ronaa
2. Dinas Pendidikan Kota Metro
3. Mitra, dalam hal ini mitra kami adalah STMIK Darmawacana
4. Masyarakat

tanpa itu semua progam tersebut tidak akan berjalan, sebab program kami ini didukung oleh Dinas Pendidikan (Pemerintah) bersama Mitra STMIK Darmawacana.
Penyelenggaraan pendidikan Kecakapan Hidup ini sangat membutuhkan kerja Tim yang solid, dari segi diplomasi terhadap Mitra, juga kita harus menjaring peserta yang memang warga tersebut benar-benar ingin belajar, bukan hanya ingin mencari kegiatan atau aktifitas saja. karena kegiatan ini diberikan ke masyarakat agar kelak masyarakat dapat memanfaatkan life skill yang telah diberikan sehingga mereka dapat bekerja atau membuka peluang usaha sendiri sehingga mereka dapat mengangkat perekonomian keluarga mereka sendiri. pada intinya seperti itu...

sumber :http://pkbmronaa.blogspot.com/