Mentradisikan Belajar Sepanjang Hayat

Perpustakaan yang terdapat di PKBM CORDOVA dilengkapi dengan koleksi buku yang berkulitas sesuai dengan kurikulum terbaru.

Sekretariat PKBM CORDOVA

Gedung Sekretariat Dan Aktivitas Administratif Serta Kegiatan di PKBM CORDOVA.

Ruang Kelas PKBM CORDOVA

Demi Berlangsungnya Kegiatan Ujian yang Maksimal di Dukung Ruang kelas Yang Memadai.

Selamat Datang di Website PKBM CORDOVA | Sebuah Web Yang Menjadi Wadah Aktivitas Dan Kegiatan PKBM CORDOVA Yang semoga saja dapat memberikan Ilmu dan pemahaman baru bagi para pembaca | Jangan Lupa Like dan Tinggalkan Pesan Anda Pada Kotak Pesan Disamping Kanan |

Sabtu, 25 Maret 2017

DATA PENDIDIK PKBM CORDOVA

suatu organisasi kependidikan yang berkecimpung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan memerlukan SDM yang baik serta berkualitas guna tercapainya kegiatan belajar mengajar yang optimal dan dapat diserap secara maksimal oleh masyarakat.
Berikut data pendidik dan kependidikan PKBM CORDOVA



STRUKTUR ORGANISASI PKBM CORDOVA

STRUKTUR ORGANISASI PKBM CORDOVA 

Berikut Daftar Biodata Kepengurusan PKBM CORDOVA :

1.       KETUA PKBM CORDOVA
Nama    : IMAN HENDRIK S, M.Pd.I
TTL         : Metro, 21 September 1978
2.       BENDAHARA
Nama    : YUSNANI, ST. S.Pd
TTL         : Gedung Wani, 25 April 1980
3.       SEKRETARIS
Nama    : MAMBAUL HASANAH, S.Pd
TTL         : Gedung Wani, 02 September 1987
4.       KORDINASI TBM
Nama    : YULIA PERTIWI
TTL         : Negeri Katon, 24Juli 1993
5.       KORDINASI KESETARAAN
Nama    : JAENUL MUSTOFA, S.Pd.I
TTL         : Negeri Katon, 02 Mei 1991
6.       KORDINASI KEAKSARAAN
Nama    : BUDI PRASTYO
TTL         :Gedung Wani, 12 Mei 1997
7.       KORDINASI KURSUS
Nama    : ADI ARIYANTO
TTL         : Sukaraja Tiga, 20 Maret 1991


HISTORY AWAL MULA BERDIRINYA PKBM

Sejak Deklarasi Dunia tentang "Pendidikan Untuk Semua (Education for All)" di Jomtien, Thailand.
Tahun 1990 oleh 155 negara, gagasan Community Learning Center (CLC) mulai dikembangkan di berbagai negara. CLC digagas sebagai bentuk keikutsertaan/partisipasi masyarakat dalam menyediakan pendidikan bagi semua kalangan khususnya masyarakat yang tidak dapat terjangkau pendidikan formal.

Jepang telah mengenal semacam CLC yang disebut Kominkan sejak Tahun 1948, sebagai bagian dari bentuk kebangkitan kembali masyarakatnya.

Diprakarsai oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dengan terlebih dahulu melalui berbagai upaya dan penelitian untuk mencari model yang tepat, di Indonesia sosialisasi CLC dimulai Tahun 1997, selanjutnya Indonesia menyebutnya sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Awal Tahun 1998, di tengah-tengah situasi krisis negara yang sangat parah, sebagian kelompok masyarakat di Indonesia menyambut gagasan tersebut sebagai bentuk keterpanggilan untuk melakukan sesuatu bagi pembangunan masyarakat yang sedang dalam krisis.

Masing-masing mulai menyelenggarakan PKBM di komunitasnya sebagai suatu inisiatif masyarakat secara murni, dalam hal ini peran pemerintah hanya bersifat sebagai motivator awal. Pendirian PKBM perintis ini sebagian besar melalui beberapa lembaga masyarakat yang sudah ada sebelumnya namun telah melakukan berbagai kegiatan dan program yang sesuai dengan konsep CLC/PKBM.

Dengan keinginan mencapai berbagai tujuan mulianya dengan lebih cepat dan efektif, dibentuklah wadah pemersatu gerakan PKBM yaitu Forum Komunikasi PKBM Indonesia pada Tahun 2002.

Pada Tahun 2003 setelah melalui perjuangan dari berbagai tokoh perintis, pelaku dan pembina, PKBM masuk ke dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu diakuinya PKBM sebagai Satuan Pendidikan Non Formal.

Atas amanat dari undang-undang, keterlibatan pemerintah secara intensif dalam pembinaan PKBM dilaksanakan oleh berbagai instansi/badan baik di pusat maupun di daerah mulai dari tingkat direktorat jenderal seperti Direktorat Jenderal PNFI, Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dan direktorat lainnya, P2-PNFI, BPKB, SKB hingga dinas pendidikan di provinsi/kabupaten/kota sampai Unit Pelaksana Teknis di kecamatan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Karena PKBM sebagai Satuan Pendidikan Non Formal, maka Departemen Pendidikan yang mengemban tugas sebagai pembina utama. Berbagai bentuk pembinaan telah dilakukan oleh pemerintah baik berupa bantuan pendanaan maupun bantuan teknis serta lainnya. Sebagai contoh adalah blockgrant yang disediakan untuk penyelenggaraan program dan peningkatan mutu lembaga.

Sebagai lembaga milik masyarakat PKBM dapat menjalin kemitraan/kerjasama atau mendapatkan pembinaan dari semua lembaga/instansi baik pemerintah maupun swasta sejauh hal tersebut sesuai peraturan yang berlaku dan bertujuan untuk memajukan masyarakat.

Di Indonesia, PKBM cukup berkembang dengan pesat karena kombinasi dari partisipasi dan inisiatif masyarakat serta dukungan dan sosialisasi oleh pemerintah. Selain perkembangan PKBM itu sendiri juga berkembang berbagai bentuk lembaga yang tergabung/menyatu ataupun terpisah dari PKBM namun secara prinsip menyerupai dan menjiwai PKBM/CLC seperti yang dikenal dengan nama Balai Belajar Bersama, Rumah Pintar, Rumah Singgah dan lembaga-lembaga komunitas/masyarakat lainnya.

Hingga akhir Tahun 2011 diperkirakan terdapat lebih dari 6.500 PKBM di seluruh Indonesia (berdasar data NILEM PKBM - Ditbindikmas). Diperkirakan dan diharapkan pula bahwa PKBM masih akan terus berkembang baik jumlah dan mutunya.


Dalam upaya meningkatkan dan menjamin mutu pendidikan khususnya pendidikan non formal, sejak Tahun 2010 mulai dilaksanakan akreditasi bagi lembaga PKBM, dimana akreditasi program-program pendidikan non formal telah dilaksanakan terlebih dahulu. Adapun yang melaksanakan akreditasi adalah Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF).

Sumber: Disini

Kegiatan Khataman Al-Qur'an dan Santunan Anak Yatim 2016

Minggu, 19 Maret 2017

Pelaksanaan US Paket C Cordova

syukur alhamdulillah telah terlaksana dengan khidmat tanpa adanya halangan suatu apapun Ujian Sekolah Paket C PKBM CORDOVA periode 2016/2017