Mentradisikan Belajar Sepanjang Hayat

Perpustakaan yang terdapat di PKBM CORDOVA dilengkapi dengan koleksi buku yang berkulitas sesuai dengan kurikulum terbaru.

Sekretariat PKBM CORDOVA

Gedung Sekretariat Dan Aktivitas Administratif Serta Kegiatan di PKBM CORDOVA.

Ruang Kelas PKBM CORDOVA

Demi Berlangsungnya Kegiatan Ujian yang Maksimal di Dukung Ruang kelas Yang Memadai.

Selamat Datang di Website PKBM CORDOVA | Sebuah Web Yang Menjadi Wadah Aktivitas Dan Kegiatan PKBM CORDOVA Yang semoga saja dapat memberikan Ilmu dan pemahaman baru bagi para pembaca | Jangan Lupa Like dan Tinggalkan Pesan Anda Pada Kotak Pesan Disamping Kanan |

Jumat, 20 Mei 2011

BID'AH YANG DI BOLEHKAN

Tidak semua bid'ah itu sesat ... .... ....
23-09-07, 23:54
Assalamu'alaikum
Sekarang banyak orang yang mengatakan semua bid'ah itu sesat dengan alasan hadits Nabi "kullu bid'atin dlolaalah, wa kullu dlolaalatin fin-naar"-setiap bid'ah itu sesat,dan setiap kesesatan itu masuk neraka.Mari kita bahas bid'ah dengan kepala dingin.Menurut saya kata bid'ah itu artinya sesuatu yang baru yang tidak ada pada pada zaman Nabi.maksud hadits itu adalah setiap bid'ah yang tak ada dasar dan anjuran dari Nabi itu sesat sedang kan bid'ah yang ada anjuran dari Nabi itu malah sunnah, contoh sekarang banyak orang sholat pakai jean, apakah ada pada zaman nabi celana jean itu.Kalau kullu bid'ah itu sesat maka haram hukumnya sholat pake celana jean.Tapi walaupun celana jean itu sesuatu yang baru yang tdk ada pd zaman Nabi tapi punya dasar anjuran menutup aurat.Bid'ah yang paling popular dibulan Romadlon adalah tarawih berjama'ah, padahal pada zaman Nabi tarawih itu dilakukan sendiri2, karena Nabi tak mau tarawih berjama'ah itu akan menyebabkan Allah memfardlukan tarawih.tetapi pada zaman kholifah Umar ra. tarawih dilakukan berjama'ah atas anjuran Kholifah Umar dan beliau mengatakan hadzihi khoiru bid'atin.ini adalah sebaik2nya bid'ah.Kalau setiap bid'ah itu sesat tidak mungkin kholifah menganjurkan tarawih berjama'ah.Ada lagi bid'ah yang orang kadang tidak tahu bahwa pengumpulan Al-QUR'AN DALAM SUATU MUSHHAF ITU BID'AH.iNI ADA KISAHNYA ada suatu rapat pada masa KHOLIFAH Abu bakar ra. Umar bin khaththob mengusulkan untuk membukukan Al-Qur'an karena banyaknya para penghafal yang mati syahid.Tapi Abu bakar malah menarik baju Umar karena marah dan mengatakan apakah kamu akan membuat bid'ah yang Nabi tidak anjurkan, karena memang tidak ada anjuran Nabi untuk membukukan Al-Qur'an, karana Nabi takut Al- qur'an akan sama nasibnya dengan kitab injil yang dibukukan, yaitu banyak penyelewengan terhadap tulisan Al-Qur'an.Memang pada masa ABU BAKAR DITUNDA PEMBUKAN aL-Qur'an itu, baru setelah masa ustman pembukuan Qur'an itu dilakukan.Dari kisah tersebut dapat diambil kesimpulan

1. pembukuan Qur'an itu bid'ah

2.Abu Bakar bersikap ihtiyat(hati-hati) dan tidak membolehkan pembukuan Qur'an karena benar benar tidak ada dasar dari Nabi

3. pembukuan Qur'an tetap dilakukan karena semakin banyak para penghafal Qur'an yang meninggal dan dihawatirkan akan hilangnya Qur'an
4. Alasan pembukuan Qur'an bukan dari anjuran Nabi tapi kerena keadaan darurat

5. jadi tidak setiap bid'ah itu sesat dan tidak setiap bid'ah itu harus ada ayat dan haditsnya,misalnya untuk kemaslahatan dan kebaikan umat seperti tarawih berjama'ah itu untuk ukhuwah islamiyah.Sekian dulu ada yang mau nambahin atau mengkritik silahkan tapi dengan kepala dingin dan hati terbuka dan untuk memahami hadtis itu diperlukan bahasa arab yangluas, ilmu balaghoh, ilmu bayan dll kalau kita tidak bisa lebih baik memahami ayat atau hadits itu harus manut pd para Ulama salaf (dulu)yang kedudukan ilmu dan keimanannya benar2 tinggi disisi Allah.Bedanya Ulama dulu sama yang sekarang adalah karena Allah nggak?, komersil nggak?, pengen dipuji orang nggak?, ingat ada ulama dunia dan ulama akhirat
Wassalam
idola_istri
24-09-07, 14:49
soal bid'ah.... aye mo ambil contoh Maulid nabi Muhammad saw, ada golongan yg bilang klo mengerjakan maulid nabi itu adalah bid'ah..

Maulid itu gunanya untuk mengenang nabi Muhammad, supaya kita tidak lupa akan nabi Muhammad.

sepertinya ada golongan2 tertentu yg memutuskan sesuatu dengan pemikirannya saja.

maap klo ada yang salah, mohon di beri penerangan :)

:thanks:
kekek
04-10-07, 06:24
Tambahan:

Bid'ah yang paling popular dibulan Romadlon adalah tarawih berjama'ah, padahal pada zaman Nabi tarawih itu dilakukan sendiri2, karena Nabi tak mau tarawih berjama'ah itu akan menyebabkan Allah memfardlukan tarawih.tetapi pada zaman kholifah Umar ra. tarawih dilakukan berjama'ah atas anjuran Kholifah Umar dan beliau mengatakan hadzihi khoiru bid'atin.ini adalah sebaik2nya bid'ah.Kalau setiap bid'ah itu sesat tidak mungkin kholifah menganjurkan tarawih berjama'ah.

Shalat Tarawih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat secara berjama’ah bersama para sahabat beberapa malam, lalu pada akhirnya tidak bersama mereka (sahabat) khawatir kalau dijadikan sebagai satu kewajiban dan para sahabat terus sahalat Tarawih secara berkelompok-kelompok di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup juga setelah wafat beliau sampai sahabat Umar Radhiyallahu ‘anhu menjadikan mereka satu jama’ah di belakang satu imam. Sebagaimana mereka dahulu di belakang (shalat) seorang dan hal ini bukan merupakan bid’ah dalam Ad-Dien.

Ada lagi bid'ah yang orang kadang tidak tahu bahwa pengumpulan Al-QUR'AN DALAM SUATU MUSHHAF ITU BID'AH.iNI ADA KISAHNYA ada suatu rapat pada masa KHOLIFAH Abu bakar ra. Umar bin khaththob mengusulkan untuk membukukan Al-Qur'an karena banyaknya para penghafal yang mati syahid.Tapi Abu bakar malah menarik baju Umar karena marah dan mengatakan apakah kamu akan membuat bid'ah yang Nabi tidak anjurkan, karena memang tidak ada anjuran Nabi untuk membukukan Al-Qur'an, karana Nabi takut Al- qur'an akan sama nasibnya dengan kitab injil yang dibukukan, yaitu banyak penyelewengan terhadap tulisan Al-Qur'an.Memang pada masa ABU BAKAR DITUNDA PEMBUKAN aL-Qur'an itu, baru setelah masa ustman pembukuan Qur'an itu dilakukan.Dari kisah tersebut dapat diambil kesimpulan

1. pembukuan Qur'an itu bid'ah

2.Abu Bakar bersikap ihtiyat(hati-hati) dan tidak membolehkan pembukuan Qur'an karena benar benar tidak ada dasar dari Nabi

3. pembukuan Qur'an tetap dilakukan karena semakin banyak para penghafal Qur'an yang meninggal dan dihawatirkan akan hilangnya Qur'an
4. Alasan pembukuan Qur'an bukan dari anjuran Nabi tapi kerena keadaan darurat

Dan mereka itu tidak mempunyai dalil atas apa yang mereka katakan bahwa bid’ah itu ada yang baik, kecuali perkataan sahabat Umar Radhiyallahu ‘anhu pada shalat Tarawih : “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”, juga mereka berkata : “Sesungguhnya telah ada hal-hal baru (pada Islam ini)”, yang tidak diingkari oleh ulama salaf, seperti mengumpulkan Al-Qur’an menjadi satu kitab, juga penulisan hadits dan penyusunannya”.

Adapun jawaban terhadap mereka adalah : bahwa sesungguhnya masalah-masalah ini ada rujukannya dalam syari’at, jadi bukan diada-adakan. Dan ucapan Umar Radhiyallahu ‘anhu : “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”, maksudnya adalah bid’ah menurut bahasa dan bukan bid’ah menurut syariat. Apa saja yang ada dalilnya dalam syariat sebagai rujukannya jika dikatakan “itu bid’ah” maksudnya adalah bid’ah menurut arti bahasa bukan menurut syari’at, karena bid’ah menurut syariat itu tidak ada dasarnya dalam syariat sebagai rujukannya.

Dan pengumpulan Al-Qur’an dalam satu kitab, ada rujukannya dalam syariat karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan penulisan Al-Qur’an, tapi penulisannya masih terpisah-pisah, maka dikumpulkan oleh para sahabat Radhiyallahu anhum pada satu mushaf (menjadi satu mushaf) untuk menjaga keutuhannya.

sumber : http://www.cyberforums.us/forum/archive/index.php?t-6329.html

sejarah pembukuan al qur'an



SEJARAH ISLAM ·

Pembukuan Al-Quran
Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ustadz, ana adalah seorang ikhwan yang masih belajar ilmu syar’i yang – Alhamdulillah – ana tuntut dari ustadz salafi. Ana pernah berdiskusi dengan orang yang berpikiran sekuler yang menyatakan bahwa menurut tinjauan politik ( karena dia kuliah di fakultas politik universitas negeri terkenal di Yogyakarta ), mushaf Al-qur’an yang telah ada di tangan kaum muslimin sekarang ini adalah mushaf Ustmani. Dia menyatakan bahwa pada masa pemerintahan sahabat Ustman r.a ada pergolakan politik antara Ustman r.a. dengan Ali bin Abi Thalib r.a. Karena pergolakan politik inilah, Ustman yang merupakan khalifah pertama yang membukukan al – qur’an tidak mau mengambil hafalan al – qur’an dari para sahabat pendukung Ali r.a. Ana jadi kasihan sama dia karena dia terpengaruh pemikiran sekuler. Tolong ustadz memberikan penjelasan tentang hal ini ! dan bagaimana saya memberikan nasehat padanya tentang hal ini ? Atas perhatian dan jawaban ustadz, saya ucapkan jazakallah khairan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jawaban Ustadz:

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan setiap orang yang meniti jalannya hingga hari kiamat, amiin.
Langsung saja, ucapan orang tersebut membuktikan bahwa ia tidak paham/tidak pernah membaca sejarah umat islam. Sebab khalifah pertama yang membukukan/mengumpulkan Al Quran adalah khalifah Abu bakar As Shiddiq rodhiallohu ‘anhu, dan bukan khalifah Utsman bin Affan rodhiallohu ‘anhu. Yang dilakukan oleh sahabat Utsman bin Affan adalah menyatukan bacaan Al Quran dengan menggunakan logat bahasa orang-orang Quraisy, tak lebih dan tak kurang dari itu. Adapun pembukuan Al Quran pertama dilakukan pada zaman Abu Bakar, akan tetapi kala itu tidak disatukan dengan satu logat. Karena perlu diketahui bahwa Al Quran diturunkan oleh Alloh dalam tujuh logat bahasa Arab, dan dahulu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam membenarkan/membolehkan seluruh bacaan Al Quran tersebut, dengan berbagai perbedaan logat bahasa. Akan tetapi karena perbedaan logat bahasa ini menimbulkan perselisihan di tengah-tengah umat Islam, yaitu pada masa Utsman bin Affan, maka beliau memerintahkan agar seluruh umat islam membaca Al Quran dengan satu logat, yaitu logat orang-orang Quraisy dan pembukuannya pun disesuaikan dengan logat tersebut. Inilah ringkas cerita yang terjadi pada masa khalifah Utsman bin Affan. Bukan seperti yang dikatakan oleh orang tersebut.

Sebab kedua, tidak pernah ada di zaman khalifah Utsman bin Affan rodhiallohu ‘anhu terjadi pergolakan politik antara Khalifah Utsman bin Affan rodhiallohu ‘anhu dengan sahabat Ali bin Abi Thalib rodhiallohu ‘anhu. Bahkan sahabat Ali bin Abi Thalib rodhiallohu ‘anhu adalah salah seorang kepercayaan Khalifah Utsman bin Affan rodhiallohu ‘anhu. Sehingga ini adalah salah satu bukti besar bahwa orang tersebut over acting, mentang-mentang belajar ilmu politik, kemudian dengan sembarangan berkomentar tentang Islam dan sejarah Islam. Dan menganalisa berbagai kejadian sejarah islam berdasarkan kaidah-kaidah ilmu politik yang ia pelajari, walaupun kaidah-kaidah tersebut menyelisihi prinsip-prinsip agama islam.

Umat Islam apalagi para sahabat tidaklah jahat semacam para politikus yang ia kenal. Umat Islam, apalagi para sahabat memiliki hati nurani yang bersih dan jujur lagi obyektif dalam menyikapi setiap masalah. Dan sikap mereka senantiasa mencerminkan bahwa mereka berjiwa luhur dan penuh iman kepada Alloh dan hari pembalasan. Mereka tidak mengenal penghalalan segala macam cara untuk mencapai tujuan, apalagi sampai memanipulasi atau menolak kebenaran karena hanya faktor kepentingan pribadi atau golongan. Kejiwaan para sahabat jauh dan terlalu luhur bila dibanding dengan beraneka ragam manusia yang hidup di zaman ini, apalagi para politikus yang kebanyakannya berhati kejam, tidak kenal kemanusiaan dalam mencapai tujuannya.

Dengan pendek kata, ucapan orang itu merupakan tuduhan dan celaan terhadap sebagian sahabat, yaitu sahabat Khalifah Utsman bin Affan rodhiallohu ‘anhu, tuduhan ia telah mementingkan kepentingan pribadi daripada Al Quran dan umat Islam seluruhnya. Ini adalah tuduhan hina nan keji, tidak layak keluar dari seorang yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir. Alloh berfirman:

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

“Muhammad itu adalah utusan Alloh, dan orang-orang yang bersama dengannya adalah keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka: Kamu melihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Alloh dan keridhoan Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus diatas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Alloh dengan mereka hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir.” (QS. Al Fath: 29)

Oleh karena itu Imam Malik bin Anas berdalilkan dengan ayat ini bahwa orang-orang rafidhah (syi’ah) adalah kafir, karena mereka telah membenci para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal Alloh telah menyatakan orang-orang kafirlah yang membenci para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga jawaban pendek ini cukup memberikan gambaran betapa sesatnya ucapan orang tersebut, wallohu a’alam bisshawab. 
Wassalamu ‘alaikum warahmatullah. ***
Penanya: Rizki Mula
Dijawab Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Badri

sumber : http://konsultasisyariah.com/pembukuan-al-quran

Rabu, 04 Mei 2011

syeh Imam al-Syafi’i

Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas
Imam Syafi'i salah seorang Ulama Fiqih (hukum Islam) yang terkenal dan mempunyai pengikut yang ramai di Negara-Negara yang ramai penduduk Islamnya terutama di Indonesia dan Malaysia. Beliau di lahirkan pada tahun 150 H di Gaza. Imam Syafi'i menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengkaji hal-hal yang berkenaan Hukum Islam.
Disamping itu beliau juga salah seorang ahli sya'ir yang terkenal dengan sya'irnya yang indah dan berisi. Syairnya-syairnya ibarat untaian mutiara yang gemerlapan, penuh dengan ungkapan-ungkapan balaghah, hikmah, dan nasihat yang bernilai tinggi. Imam Syafi'i pencinta Ilmu Pengetahuan semenjak kecil lagi. Beliau biasa mengkhatamkan al-Quran sebanyak enam puluh kali, terutama dalam bulan Ramadhan, terutama dibacanya ketika sholat. Imam Syafi'i seorang yang suka berderma dari apapun harta yang dimilikinya.
Hidupnya sangat sederhana terutama dalam makan dan minum. Beliau tidak pernah makan kenyang semenjak usia enam belas tahun. Karena kekenyangan akan menambah berat badan, mengeraskan hati, menumpulkan otak, membawa mengantuk dan malas beribadah, demikian kata Imam Syafi'i.
Imam Syafi'i wafat selepas magrib malam Juma'at, akhir bulan Rajab, dan jenazah beliau dikebumikan pada hari Jum'at, tahun 204 Hijriyah di Mesir. Ramai Ulama yang mengakui kejujuran, keadilan, kezuhudan, kewara'an, dan akhlak yang mulia yang dimiliki oleh Imam Syafi'i. Selama hidupnya penuh dengan petunjuk dengan sifat taqwanya yang tinggi dan hidupnya jauh dari kesesatan dan kejahatan.
Beliau jujur dalam Hukum-Hukumnya, berlandaskan Kebenaran dan Keadilan Allah s.w.t. yang disanjung tinggi. Hukum-Hukumnya ibarat bintang-gemintang yang menjadi perhiasan angkasa raya. Beliau suka merantau untuk menambah Ilmu Pengetahuan dan mengamalkannya untuk kepentingan Ummat. Untaian mutiara pesanan yang ditinggalnya sangatlah banyak antara lain beliau berpesan:
  • Pergilah (merantaulah) dengan penuh keyakinan, niscaya akan engkau temui lima kegunaan, yaitu Ilmu Pengetahuan, Adab, pendapatan, menghilangkan kesedihan, mengagungkan jiwa, dan persahabatan.
  • Sungguh aku melihat air yang tergenang membawa bau yang tidak sedap. Jika ia terus mengalir maka air itu akan kelihatan bening dan sehat untuk diminum. Jika engkau biarkan air itu tergenang maka ia akan membusuk.
  • Singa hutan dapat menerkam mangsanya, setelah ia meninggalkan sarangnya. Anak panah yang tajam tak akan mengenai sasarannya, jika tidak meninggalkan busurnya.
  • Emas bagaikan debu, sebelum ditambang. Pohon cendana yang tetancap ditempatnya, tak ubah seumpama kayu bakar (kayu api).
  • Jika engkau tinggalkan tempat kelahirnmu, engkau akan menemui derajat yang mulia ditempat yang baru, dan engkau bagaikan emas sudah terangkat dari tempatnya.
Imam Syafi'i Sewaktu Kecil
Semenjak kecil Syafi'i telah hafal al-Quran dan banyak dari Hadis Nabi  s.a.w. Dimana beliau mendengar ada orang Alim, maka beliau segera menemuinya untuk menimba Ilmu Pengetahuan. Ketika berusia masih kecil yaitu 14 tahun, beliau menceritakan hasratnya kepada ibundanya yang sangat dikasihinya tentang keinginannya untuk menambahkan Ilmu Pengetahuan dengan cara merantau.
Mulanya Ibundanya berat untuk melepaskan Syafi'i, karena beliaulah seorang yang menjadi harapan ibunya untuk menjaganya di hari tuanya. Demi ketaatan dan kecintaan Syafi'i kepada Ibundanya, maka mulanya beliau terpaksa membatalkan keinginannya itu, demi kasih sayangnya kepada ibunya itu. Meskipun demikian akhirnya ibundanya mengizinkan Syafi'i untuk memenuhi hajatnya untuk menambah Ilmu Pengetahuan.
Sebelumnya melepaskan Syafi'i berangkat, maka ibundanya mendo'akannya
:"Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh Alam ! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keredhaanMu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut Ilmu Pengetahuan peninggalan Pesuruhmu. Oleh karena itu aku bermohon kepadaMu ya Allah permudahkanlah urusannya. Peliharakanlah keselamatanNya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan Ilmu Pengetahuan yang berguna, amin!"
Selesainya berdo'a ibundanya memeluk Syafi'i kecil dengan penuh kasih sayang dan dengan linangan air mata karena sedih untuk berpisah. Sambil berkata: "Pergilah anakku Allah bersamamu !Insya-Allah engkau akan menjadi bintang Ilmu yang paling gemerlapan dikemudian hari. Pergilah sekarang karena ibu telah redha melepaskanmu. Ingatlah bahwa Allah itulah sebaik-baik tempat untuk memohon perlindungan ! Selepas ibunya mendo'akan Syafi'i, maka Syafi'i mencium tangan ibunya dan mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya.
Sambil meninggalkan ibunda yang sangat dikasihinya dengan hati yang pilu Syafi'i melambaikan tangan mengucapkan salam selamat tinggal, dan mengharapkan ibundanya senantiasa mendo'akannya untuk kesejahteraan dan keberhasilannya dalam menuntut Ilmu Pengetahuan yang berguna.
Oleh karena kehidupannya yang sangat miskin, maka Syafi'i berangkat dengan tidak membawa perbekalan uang, kecuali dengan berbekalkan do'a ibunya dan cita-cita yang teguh untuk menambah Ilmu Pengetahuan sambil bertawakkal kepada Allah s.w.t.
Imam Syafi'i mengisahkan perpisahan dengan ibunya dengan mengatakan: "Sesekali aku menoleh kebelakang untuk melambaikan tangan kepada ibuku. Dia masih terjegat diluar pekarangan rumah sambil memperhatikan aku. Lama-kelamaan wajah ibu menjadi samar ditelan kabus pagi. Aku meninggalkan kota Makkah yang penuh barkah, tanpa membawa sedikitpun bekalan uang, apa yang menjadi bekalan bagi diriku hanyalah Iman yang teguh dan hati yang penuh tawakkal kepada Allah s.w.t.serta do'a restu ibuku sahaja. Aku serahkan diriku kepada Allah seru sekalian
Alam."
 
Imam Syafi'i ke kota Madinah
 
Dalam perjalan tersebut haripun mulai senja Syafi'i singgah di Zi Tua untuk bermalam, keadaan sekelilingnya kering dan panas dan tidak ada tumbuh-tumbuhan. Ditempat itu ramai didapati orang yang sedang berkhemah. Syafi'i mulai merasa lapar, sedangkan uang tak ada. Meskipun demikian ia yakin Allah s.w.t. akan memberikan pertolongannya kepada orang yang ingin menambah Ilmu Pengetahuannya. Ditempat itu Syafi'i berkenalan seorang yang separuh baya yang baik dan ramah. Syafi'i diajak makan malam bersamanya. Syafi'i memanggil orang itu dengan "paman".
Syafi'i mengucapkan syukur kepada Allah s.w.t.atas anugerahnya, sehingga ia tidak sampai kelaparan. Ketika itu Syafi'i bertanya kepada orang itu: "Siapakah orang yang paling alim di Madinah, ketika itu. Lalu orang itu menceritakan kepada Syafi'i, bahwa orang yang paling Alim di kota Madinah ketika itu ialah Imam Malik bin
Anas. Syafi'i bermohon kepada sahabat barunya itu, semoga ia sudi membawanya bertemu dengan Imam Malik bin Anas.
Memasuki hari kedelapan kami telah tiba di pinggir kota Madinah, dari jauh kelihatan sayup Masjid Nabi, dimana Rasulallah s.a.w.dimakamkan didekatnya. Alangkah gembiranya hati Syafi'i setibanya di masjid Nabi, dan beliau menunaikan solat sepuasnya dengan khusyuk dan perasaan terharu dengan tidak disadarinya air mata syafi'i membasahi pipinya, karena betapa mengagumi kebesaran dan keagungan Nabi s.a.w. yang telah berjuang menegakkan Islam dan ummatnya. Rasulallah s.a.w. telah berjaya merobah suatu masyarakat yang berpecah belah menjadi satu masyarakat yang bersatu padu,yang terdiri dari berbilang kaum dan agama, dengan terpatrinya piagam Madinah yang terkenal hingga bila-bila masa. Syafi'i setelah menunaikan solat, beliau pergi menziarahi makam Rasulallah s.a.w. Setelah itu, beliau melihat ramai orang sedang menghadiri majlis Ilmu mengelilingi Ulama Agung Imam Malik bin Anas. Syafi'i turut hadir untuk ikut sama mendengar dengan tekun segala mutiara Hadish Nabi s.a.w., yang disampaikan oleh Imam Malik.
Kelebihan Imam Syafi'i ialah daya hapalan yang dianugerahkan Allah kepadanya, sehingga semua pelajaran yang disampaikan oleh Imam Malik telah dapat dihapalnya. Selesainya pengajian murid-murid Imam Malik menyalami Tok Guru mereka sambil beredar dan pulang kerumah masing-masing.Syafi'i masih berada
ditempatnya. Imam Malik merasa heran, karena dilihatnya anak muda itu tidak meninggalkan tempat pengajian. Lalu beliau memanggil syafi'i dan bertanyakan segala sesuatu berkenaan dirinya, dan apa yang telah didengarnya. Imam Malik meminta supaya Syafi'i mengatakan kembali sebuah hadis yang telah dipelajarinya.
Syafi'i dengan lancarnya bukan saja mendengarkan satu hadis tetapi semua hadis yang didengarnya ketika Imam Malik menyampaikan pelajarannya. Sungguh mengagumkan daya ingatan pemuda Syafii, sehingga Imam Malik tertarik kepadanya.
 
Imam Syafi'i dan Gurunya, Imam Malik bin Anas
Betapa gembiranya Imam Malik karena mendapat seorang murid yang cerdas dan bijak seperti Syaf'i. Syaf'i semenjak kecil bukan saja telah hapal
seluruh isi al-Quran dan ribuan hadis Nabi s.a.w. malah beliau juga telah
hapal seluruh isi kitab Hadis Muwatta' karangan Imam Malik bin
Anas, sebelumnya Syaafi'i bertemu dengan Imam Malik. Imam Syafi'i membagi malam kepada tiga bahagian yaitu:
  • Sepertiga untuk Ilmu Pengetahuan
  • Sepertiga untuk sholat
  • Sepertiga untuk tidur
Rabi' menerangkan bahwa Imam Syafi'i setiap hari menamatkan al-Quran
sekali, tetapi dalam bulan Ramadhan seluruhnya enam puluh kali, dan
semuanya dibaca ketika menunaikan ibadah Sholat. Imam Syafi'i sendiri
menerangkan bahwa beliau belum pernah bersumpah seumur hidupnya, baik ketika membenarkan sesuatu ataupun mendustakan sesuatu. Pernah disatu ketika ada orang bertanyakan sesuatu masaalah kepada beliau. Ketika itu Imam Syafi'i mendiamkan diri sejenak tidak langsung menjawabnya. Ketika beliau disoal mengapa berbuat demikian, maka Imam Syafi'i menjelaskan:
"Aku menunggu terlebih dahulu, sehingga aku mengetahui, mana yang lebih
baik aku diam ataupun menjawab pertanyaanmu."
Ini menunjukkan bahwa Imam Syafi'i adalah orang yang sangat teliti dalam memberikan sesuatu fatwa, kepada seseorang yang bertanyakan sesuatu masaalah semasa.
Imam Syafi'i pernah mengatakan: "Pada suatu hari aku tidak punya uang sesenpun, sedangkan aku ingin benar menuntut Ilmu. Lalu aku pergi bekerja disebuah Dewan untuk mendapat sedikit belanja". Ini menunjukkan bahwa Imam Syafi'i tidak berdiam diri ketika menemui kesulitan dalam
keuangan, terutama ketika menuntut Ilmu, beliau bersedia bekerja apa saja
yang halal, asalkan saja cita-citanya tercapai.
Imam Ghazali pernah menceritakan bahwa Imam Syafi'i juga adalah seorang Tokoh penting dalam kehidupan Sufi. Ia seorang yang sangat Taqwa tidak ingin bermegah-megahan dalam hal apapun juga. Berkenaan Ilmu Sufi, Imam Syafi'i berkata: "Saya ingin manusia itu mempelajari Ilmu ini, tetapi janganlah menyebut-nyebut namaku, dengan sepatah kata juapun".
Diantara kata-kata yang bernilai sufi daripada Imam Syafi'i ialah:
 
  • Orang yang zalim kepada dirinya, ialah orang yang merendahkan dirinya kepada orang yang tidak memuliakannya dan orang yang menyukai sesuatu benda yang tidak memberi manfaat kepadanya, begitu juga orang yang menerima sesuatu pujian dari seseorang yang lain yang tidak mengenalnya, dengan sesungguh-sungguhnya.
  • Orang yang tidak diutamakan karena Taqwanya, tidaklah termasuk Orang Yang Utama.
  • Siasat manusia lebih kejam daripada siasat binatang.
  • Jikalau kuketahui bahwa ia dengan itu dapat mengurangi kehormatanku, meskipun aku haus, aku tidak akan meminumnya.
  • Diantara tanda-tanda benar dalam Ukhuwah ialah menerima keritikan teman, menutupi aib teman, dan mengampuni kesalahannya." Demikianlah kata-kata Hikmah dari Imam Syafi'i r.a.

 
Kecintaan Imam Syafi'i kepada Allah SWT
 
Imam Syaf'i menyintai Allah s.w.t. dengan sepenuh hatinya. Beliau pernah
mengingatkan: "Bahwa orang yang mengaku sanggup mengumpulkan antara cinta dunia dengan cinta kepada Allah s.w.t. dalam hatinya adalah dusta belaka". Imam Syafi'i adalah seorang yang sangat zuhud (cara hidup yang tidak tamak kepada keduniaan, seperti kemegahan, kekayaan, harta, dan sebagainya). Pernah sekembalinya beliau dari Yaman dan membawa uang sebanyak sepuluh ribu dirham, sebelumnya memasuki kota Makkah uang tersebut telah dibagi-bagikan beliau kepada orang yang memerlukannya.
Pernah terjadi ketika beliau duduk diatas seekor keledai lalu cambuknya terjatuh ketanah. Ada orang memungutnya dan menyerahkan kembali kepada Imam Syafi'i, kepada orang itu telah dihadiahkan uang
sebanyak lima puluh dinar, sebagai tebusan, bahwa beliau duduk diatas
keledai sedangkan orang lain berjalan dibawah, beliau menganggap takabbur duduk diatas keledai sedangkan orang lain berada di bawah.
Pernah juga terjadi, Imam Syafi'i melihat seorang pemuda mengambil udhu kurang sempurna. Anak muda itu ditegur oleh Imam Syafi'i dengan kata-kata:
"Wahai anak! Jika engkau mengambil udhu', lakukanlah dengan baik supaya Allah mengurniakan kepadamu dunia dan akhirat!"
Anak muda itu mengikuti nasihat Imam Syafi'i, setelah itu ia mengejar Imam Syafi dari belakang dan ingin mengetahui siapakah orang yang menasihatinya itu. Imam menoleh kepadanya sambil bertanya, "apa hal"? Anak itu menyatakan kepada Imam Syafi'i keinginannya untuk belajar lebih lanjut dan memberikan apa-apa nasihat kepadanya. Imam Syafi'i mengingatkan sang pemuda dengan kata-kata nasihat selanjutnya:
"Barangsiapa mengenal Allah ia akan jaya. Barang siapa memuliakan agamanya ia akan selamat dari kehinaaan dan bahaya, barang siapa zuhud di dunia pasti ia akan melihat balasan Allah yang mulia."
Lalu imam Syafi'i bertanya lagi kepada pemuda itu apakah ia
masih memerlukan tambahan pelajaran, anak muda itu menjawab tolong tambah lagi pengajaran beliau, maka Imam Syafi'i melanjutkan:
"Barangsiapa selalu mengerjakan tiga pekerjaan ini, maka akan sempurna imannya yaitu:"Barangsiapa yang menyuruh orang lain berbuat baik dan dia sendiri juga berbuat baik. Barang siapa mencegah orang berbuat jahat,dan dia sendiri menjauhkan dirinya dari kejahatan dan barangsiapa yang menjaga batas-batas hukum Allah."
Imam Syafi'i bertanya lagi kepada pemuda itu, apa masih perlu ditambah lagi? Anak muda itu menjawab, "ya".
Imam Syafi'i meneruskan:"Hendaklah engkau zuhud didunia, dan hendaklah engkau suka kepada amalan akhirat. Hendaklah engkau berlaku jujur dalam menjalankan segala perintah Allah, niscaya engkau termasuk orang-orang yang berjaya".
Kemudian anak muda itu bertanya, siapakah Tuan Guru yang yang sangat bermurah hati itu yang telah sudi mengajarnya meskipun didalam perjalanan. Lalu orang disekitarnya mengatakan yang dihadapinya itu
adalah Imam Syafi'i. Imam Syafi'i adalah seorang Imam yang bersedia
mencurahkan Ilmunya kepada siapa saja yang memerlukannya dengan tidak suka bermegah-megah. Semua itu dilakukannya karena Allah, semata -mata.
 
Imam Syafi'i dan Kepentingan Ilmu
 
Imam Syafi'i nama lengkapnya ialah Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i, juga
sangat dihormati oleh para Imam lainnya. Antaranya Imam Ahmad bin
Hambal, berkata:
"Tidak pernah aku mengerjakan sholat selama empat puluh tahun, kecuali aku selalu mengiringkan sholatku itu dengan do'a untuk Syafi'i".
Disatu hari Abdul Malik Almaimuni berbincang dengan Imam Amad bin Hambal, dan pembicaraan itu menyinggung diri Imam Syafi'i. Al-Maimuni mengatakan
"Jelas aku lihat Ahmad memuliakannya dan berkata:"Aku pernah membaca sebuah hadis Nabi s.a.w., bahwa Allah membangkitkan bagi ummat ini setiap seratus tahun, seorang lelaki yang menghidupkan urusan agamanya."
Imam Syafi'i sangat tidak menyukai kata-kata ataupun ucapan yang tidak
baik terhadap sesama manusia. Pernah disatu hari ada seorang mengeluarkan kata-kata kotor terhadap seorang alim, maka imam Syafi'i menegur orang itu:
"Bersihkanlah pendengaranmu dari mendengar perkataan yang keji, sebagaimana engkau membersihkan lidahmu dari mengeluarkan kata-kata yang keji dan kotor. Seseorang yang hodoh dan keji selalu menumpahkan kekejiannya itu untuk mengisi kebersihanmu, jika engkau jawab dengan kekejian pula, engkau akan berbuat keji sebagaimana perbuatan orang yang keji itu".
Imam Syafi'i senang menyelesaikan berbagai masaalah agama yang diajukan orang kepadanya. Sehingga beratus-ratus masaalah agama dapat diselesaikan Imam Syafi'i dalam masa semalaman, untuk maslahat Ummat Islam. Sehingga pernah Imam Ahmad bin Hambal mengatakan kepada anaknya berkenaan Imam Syafi'i.
"Gerak dan diamnya, perkataannya, zikir dan fikirannya, semuanya untuk Allah s.w.t. Qiamnya itu ta'at, tidurnya itu sedekah, zikirnya itu tasbih, diamnya dan ilmunya itu obat bagi ummat manusia".
Mutiara kata dari Imam Syafi'i berkenaan Ilmu, beliau berkata:
"Engkau tidak akan memperoleh Ilmu kecuali dengan enam hal, yaitu dengan kecerdasan, semangat keras, rajin dan tabah, biaya yang cukup, bersahabat dengan guru".
"Tetapi ingatlah!Orang yang diberikan derjat yang mulia karena Ilmunya tak mungkin diberi harta yang melimpah. Karena Ilmu dan Harta tak mungkin berjalan bersama. Sudah ditakdirkan, bahwa orang yang akan dinaikkan darjatnya, pastilah diuji dengan kemelaratan. Buktinya, banyak orang pandai yang hidupnya melarat dan banyak orang bodoh yang hidupnya serba cukup.Orang yang diberi rezeki dengan mudah, pahalanya sedikit, tidak terpuji dan tidak mendapatkan taufiq".
Beliau melanjutkan:
"Berjaga malam untuk menekuni Ilmu, lebih nikmat bagiku daripada lagu merdu dan bau wewangian. Goresan penaku di tengah lembaran kertas, terasa lebih indah daripada khayalan".
 
Imam Syafi'i Berangkat ke Iraq
Dimusim Haji ramai Muslimin datang ke Madinah untuk menziarahi maqam
Rasulallah s.a.w.Demi hormat dan kecintaan mereka kepada Rasulallah
s.a.w.Mereka yang datang itu dari banyak tempat,terutama dari Mesir dan
Iraq.Selesai menziarahi maqam Nabi s.a.w,mereka juga menziarahi Imam
Malik,dan meminta supaya kepada mereka diajarkan Kitab Muattha.Imam
Malik menyuruh Imam Syafi'i supaya membacakan kitab tersebut untuk orang
ramai yang menghadiri Majlis Ta'lim Imam Malik.
Sudah tentu dengan senang hati Imam Syafi'i membacakan kitab tersebut
yang telah dihapalnya keseluruhan isi kitab al-Muaatha.Jamaah yang hadir
sungguh kagum melihat kelancaran pembacaan kitab Muaatha,yang dibaca
oleh Imam Malik.Hal ini dengan mudah dilakukan oleh Imam Syaf'i
disebabkan beliau telah menghapal seluruh isi kitab tersebut.
Selesai majlis Ilmu itu,Imam Syafi'i pergi menziarahi rombongan yang
datang ketempat itu.Ketika beliau menziarahi rombongan dari Iraq Imam
Syafi'i melihat seorang pemuda Iraq sedang menunaikan sholat.Selesai
pemuda itu menunaikan sholat,lalu ia didekati oleh Imam Syafi'i,dan
beliau ingin berkenalan dengan tamu muda itu.Imam Syafi'i bertanya
kepada pemuda itu siapakah Ulama yang paling terkenal dalam hal Ilmu
al-Quran dan Sunnah di Iraq.Pemuda itu menjawab,bahwa ketika itu Ulama
yang paling terkenal dalam Ilmu al-Quran dan Sunnah ialah Abu Yusuf dan
Muhammad bin Hasan.Kedua Ulama yang paling terkenal itu adalah murid
dari Imam Abu Hanifah.Imam Syafi'i sangat tertarik dan ingin menambah
Ilmu Pengetahuannya kepada kedua-kedua orang Alim itu.Imam Syafi'i
bertanya bila pemuda Iraq itu akan berangkat kembali ke Iraq.Pemuda itu
menjawab bahwa ia akan berangkat keesokan harinya.Imam Syafi'i bergegas
pulang menemui gurunya Imam Malik dan menceritakan keinginannya ingin
menambah Ilmu Pengetahuan,terutama berkenaan al-Quran dan Sunnah Nabi
s.a.w,yang telah menjadi cita-citanya dari sejak semula.
Mendengar hasrat hati Imam Syafi'i,maka Imam Malik bersetuju dan
mendo'akan semoga segala hajat Imam Syafi'i dalam cita-citanya menambah
Ilmu Pengetahuan dari kedua Ulama Agung itu semoga dikabulkan oleh Allah
s.w.t.Imam Malik sendiri ikut mengantarkan Imam Syafi'i
hingga ke Baqi'.Suatu hal yang memeranjatkan Imam Syafi'i,dimana Imam
Malik telah menyediakan unta untuk kenderaan dalam perjalanan Imam
Syafi'i menuju Kufah Ibu kota Iraq.Disamping itu Imam Malik memberikan
kepada Imam Syafi'i uang sebanyak lima puluh Dinar.Imam Syafi'i merasa
heran darimana Imam Malik memperoleh uang tersebut.Setahu Imam Syafi'i
Imam Malik ketika itu tidak punya uang sebanyak itu.Lalu Imam malik
menceritakan kepada Imam Syafi'i bahwa malam itu ada seorang yang
bernama Qasim menziarahi Imam Malik dan menghadiahkan kepada beliau uang
seratus dinar,dan memohon supaya Imam Malik sudi menerima hadiah
tersebut.Oleh Imam Malik uang seratus dinar itu dibagi dua,sebanyak lima
puluh dinar diperuntukkan untuk keperluan Imam Syafi'i.Mulanya Imam
Syafi'i menolak hadiah uang itu.Beliau tak sampai hati menerima
pemberian dari gurunya,dan meminta supaya Imam Malik menyimpan uang
tersebut untuk keperluan Imam Malik.Meskipun demikian Imam malik tetap
mendesak supaya uang tersebut supaya diterima oleh Imam Syafi'i.
Imam Syafi'i mengucapkan terimakasih kepada Gurunya,karena pertolongan yang
sangat berharga didalam perjalanan.
Imam Malik mendo'akan semoga cita-cita Imam Syafi'i untuk menambah Ilmu
Pengetahuan,dikabulkan oleh Allah s.w.t.
Imam Malik tidak berganjak dari tempatnya sambil memperhatikan
keberangkatan Imam Syafi'i sehingga kafilah Imam Syafi'i hilang dari
pandangan matanya.Disini dapatlah kita menarik pelajaran,betapa gigihnya
Imam Syafi'i dalam usahanya untuk menambah Ilmu Pengetahuan meskipun
terpaksa menempuh perjalanan yang jauh.Juga betapa mesranya hubungan
murid dan gurunya,yang saling bantu membantu dalam hal-hal yang
menyangkut kepentingan dunia dan kepentingan akhirat.
Imam Syafi'i Berguru di Kufah

Setelah penat dalam perjalanan yang jauh dari Madinah ke Kuffah (Iraq)
ketika itu memakan masa dua puluh empat hari,maka tibalah Imam Syafi'i
dan rombongannya di sebuah Masjid di Kufah.Ketika itu Imam Syafi'i
berusia dua puluh dua tahun.Imam Syafi'i menunaikan sholat berjamaah
di Masjid tersebut.Kedua-dua Imam yang dicari-cari oleh Syafi'i,rupanya
juga berada di Masjid itu,dan mereka juga menjadi Imam
Besar masjid tersebut.Imam Syafi'i dapat berkenalan dengan kedua-dua
tokoh Agama yang paling terkemuka sekali di Iraq ketika itu,yaitu Abu
Yusuf dan Muhammad bin Hasan.Mereka bertanyakan kepada Syafi'i berkenaan
keadaan Imam Malik di Madinah.Pernahkan kamu bertemu Imam Malik di Madinah ?
Syafi'i menjawab semua pertanyaan yang diajukannya dan menjelaskan,bahwa
Imam Malik bin Anas juga menjadi Guru beliau,dan pernah tinggal bersama
Gurunya itu."Jika demikian tentu kamu telah pernah membaca kitab Muattha
yang terkenal hasil karya Imam Malik, kata Imam Muhammad."Benar tuan !
Jawab Imam Syafi'i,Alhamdulillah saya bukan saja telah membaca kitab
Muwatha,malah telah menghafalnya dalam hati."
Imam Muhammad mengambil kertas dan menuliskan beberapa soalan dan
meminta Syafi'i menjawab soalan-soalan,untuk menguji sampai dimana Ilmu
Imam Syafi'i berkenaan kitab Muwatha,karangan Imam Malik.Setelah
meneliti semua soalan yang diajukan itu,maka Imam Syafi'i dapat
menjawabnya dengan mudah,disebabkan isi kitab Muwatha telah dapat
dihafal dan dikuasai oleh Syafi'i.Setelah membacanya semua jawaban
tersebut,maka Imam Muhammad tersenyum dan merasa gembira dengan
jawaban-jawaban yang diberikan oleh Imam Syafi'i.Lalu beliau
berkata:"Sudikah kamu menjadi tamuku pada malam ini ?Syafi'i
menyambutnya dengan perasaan penuh kegembiraan,dengan menjadi tamu dan
bermalam dirumah Imam Muhammad,bearti beliau telah mendapat peluang
yang baik sekali untuk berguru kepada Imam Muhammad.
Syafi'i menjadi tamu dirumah Imam Muhammad,dan diberikan penghormatan
yang istimewa,oleh Imam Besar itu.Beliau menghadiahkan pakaian yang
cantik dan mahal,sambil menyuruh Syafi'i mandi,maklum beliau baru tiba
dari perjalanan yang jauh.Imam Syfi'i menyambut hadiah yang istimewa itu
dengan perasaan syukur dan berterimakasih kepada Imam Muhamad.
Selesai mandi,Syafi'i memakai pakaian (jubah) hadiah dari Imam
Muhammad.Betapa gembiranya Imam Muhamad,melihat pakaian pemberiannya itu
telah dipakai oleh Syafi'i.Imam Muhammad mengambil sebuah kitab karangan
Imam Abu Hanifah,yang berjudul "Al-Aushat" dan menyerahkannya kepada
Syafi'i untuk bacaan Syafi'i dimalam itu.Dengan perasaan gembira,Syafi'i
menyambut kitab Al Ausath,dan membacanya dengan khusyu'.
Salah satu keistimewaan yang dianugerahkan Allah S.W.T kepada Syafi'i ialah dari
segi hafalan.Setelah membaca kitab tersebut,dengan penuh perhatian,dan
seronok membacanya, Syafi'i telah dapat menghafal keseluruhan kitab
Al-Ausath,karangan Imam Abu Hanifah.
Hal ini tidak diceritakan oleh Imam Syafi'i kepada Imam Muhammad.
Imam Syafi'i dan Gurunya, Imam Muhammad
 
Imam Muhammad tempat rujukan orang ramai meminta fatwa, dan fatwa Imam Muhammad diterima tanpa apa-apa soal. Pada suatu hari datang seorang lelaki meminta fatwa dari Imam Muhammad. Ketika itu aku berada disampingnya, demikian kata Imam Syafi'i. Setelah lelaki itu menceritakan masaalah yang dihadapinya dan meminta fatwa dari Imam Muhammad. Setelah
mendengar masaalah lelaki itu, lalu Imam Muhammad memberikan fatwanya, dan meyakini fatwanya itu bersandarkan pendapat Imam Abu Hanifah.
Imam Syafi'i bercerita:
"Setelah mendengar fatwa beliau, aku merasa yakin fatwa itu tidak seberapa tepat berdasarkan pendapat Imam Abu Hanifah yang bukunya telah dapat kuhapal. Lalu aku mohon izin kepada Imam Muhamad, untuk memberikan pandangan Imam Abu Hanifah yang telah kuketahui. Imam Muhammad merasa terkejut mendengar pandangan yang kuberikan itu, lalu beliau merujuk kembali kepada kitab "al-Ausat" kepunyaan Imam Abu Hanifah. Ternyata apa yang kukatakan itu memang benar, seperti pandangan Imam Abu Hanifah,lalu Imam Muhammad membetulkan kembali fatwa beliau. Imam Muhammad sangat kagum atas hapalanku".
Setelah sekian lama Imam Syafi'i tinggal dan menuntut Ilmu kepada Imam Muhammad, maka Syafi'i merasa ingin melanjutkan perjalanan untuk menuntut Ilmu Pengetahuan. Hal ini diceritakan Imam Syafi'i kepada Imam Muhammad, dan Imam Muhammad terharu mendengarnya. Imam Muhammad berkata kepada Imam Syafi'i: "Saya bersetuju atas hasratmu
tetapi dengan satu syarat. Syaratnya tidak berat iaitu engkau bersetuju menerima separuh dari harta bendaku. Imam Syafi'i tidak menyangka begitu bermurah hati Imam Muhammad kepada beliau. Meskipun demikian Imam Syafi'i menjawab:"Paman ! Sebenarnya kedatangan saya kemari adalah untuk menimba Ilmu Pengetahuan bukannya mengumpulkan harta kekayaan. Oleh itu izinkanlah saya kembali menemui ibu saya dan lupakanlah berkenaan pembahagian harta". Imam Syafi'i menolak tawaran harta dari Imam Muhammad dengan ucapan terimakasih yang tak terhingga.
Imam Muhammad kecewa mendengar penolakanku. Lalu beliau berkata baiklah anakku, jika kiranya engkau menolak separuh harta paman, paman harapkan engkau tidak menolak
sedikit hadiah paman sebagai bekal dalam perjalanan. Lalu Imam Muhammad menyuruh pembantu beliau mengambil beberapa pundi wang, seraya berkata: "Ini sajalah yang dapat kuberikan kepadamu Syafi'i,sebagai hadiah, untuk bekal dalam perjalanan. "Kali ini saya tak dapat menolak hadiah itu, dikuatirkan beliau akan berkecil hati. Inilah hadiah yang
terbesar pernah kuterima selama hayatku, wang sejumlah tiga ribu dinar. Setelah itu akupun bersalaman dengan Imam Muhammad dan mohon do'a restu beliau. Akupun melanjutkan perjalanku menuju Iran.Aku berjalan dari satu kota kesatu kota. Setiap bertemu dengan Ulama yang terkenal Alim aku tidak melepaskan kesempatan untuk menambah Ilmu Pengetahuan dari
mereka. Aku mengembara keseluruh pelosok Negeri Iran, beberapa tahun lamanya, dan kemudian kembali semula ke Iraq semasa pemerintahan Harun al-Rasyid yang masyhur itu.
Kembali ke Madinah
Dalam lawatan Imam Syafi'i ke Iraq beliau menjelajah banyak tempat. Dari
Bagdad,beliau menuju Iraq Selatan,Anatolia (Asia Kecil) dan Haran.Dari
situ Imam Syafi'i pergi ke beberapa negara Syam dan kemudian kembali ke
Makkah menziarahi ibundanya.Dua tahun kemudian Imam Syafi'i berangkat ke
Madinah dengan memiliki Ilmu pengetahuan yang luas.Sesampainya beliau di
Madinah Imam Syafi'i menuju masjid al-Haram Annabawi (masjid Nabi
s.a.w.)beliau menziarahi kuburan suci Nabi s.a.w.dan turut hadir dalam
majlis ta'lim Imam Malik (guru Imam Syafi'i).Ketika itu Imam Malik
sedang memberi pelajaran kepada murid-murid beliau yang memenuhi majlis
Ilmu.Setelah itu Imam Malik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk
menguji sampai dimana Ilmu yang telah mereka
kuasai.Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Imam Malik agak susah
mereka menjawabnya.Tetapi Imam Syafi'i membisikkan jawabannya kepada
orang yang duduk disebelah beliau.
Begitulah setelah diajukan
pertanyaan-pertanyaan hanya lelaki yang dibisiki Imam Syafi'i itu
sahaja yang dapat menjawabnya.Lalu Imam Malik memanggil lelaki itu,dan
bertanyakan kepadanya dari mana dia memeroleh jawaban yang tepat
itu.Orang itu menjawab,bahwa jawaban itu diperolehnya dari seorang anak
muda yang duduk disebelahnya.Imam Malik memanggil anak muda itu,ternyata
anak muda itu adalah Asy-Syafi'i.Alangkah gembiranya Imam Malik melihat
Imam Syafi'i,lalu Imam Malik turun dari korsinya dan memeluk Syafi'i dan
berkata kepada Syafi'i:"Sempurnakanlah olehmu bab ini."
Imam Malik merasa puas hati mendengar uraian yang disampaikan oleh Imam
Syafi'i.
Setelah usai pelajaran,maka Imam Malik mengajak Imam Syafi'i
kerumahnya.Imam Syafi'i mengabarkan segala pengalamannya dalam menuntut
Ilmu Pengetahuan,selama masa perpisahan dengan Imam Malik.Syaf'i juga
bercerita kepada gurunya Imam Malik betapa beliau sangat mengagumi Imam
Abu Hanifah Annu'man,dan beliau telah membaca fiqh Abu Hanifah melalui
dua orang murid Abu Hanifah yaitu Abu Yusuf dan Muhammad Al-Hasan.Pernah
Imam Abu Hanifah diserang dengan tuduhan bahwa beliau kurang menguasai
Ilmu Hadis.Imam Syafi'i membela Imam Abu Hanifah dan menempatkan Imam
Abu Hanifah ditempat yang mulia,dan berkata:"Peranan Abu Hanifah dalam
bidang figh amat luas dan semua orang tidak dapat melepaskan diri dari
peranan Abu Hanifah."
Imam Syaafi'i menetap di Madinah sebagai murid Imam Malik sejak
pertemuan itu (thn 170 H.sehingga Imam Malik wafat pada tahun 179 H.)
Ketika itu Imam Syafi'i telah mencapai usia dua puluh sembilan
tahun.Ketika gurunya meninggal dunia Imam Syafi'i amat bersedih hati,dan
beliau sering mencucurkan air mata kesedihan mengenang jasa gurunya
kepadanya.Tidak lama kemudian setelah itu Imam Syafi'i kembali ke Makkah
dan meninggalkan Madinah dengan kenangan manis bersama gurunya Imam
Malik bin Anas r.a.
Imam Al-Syafi’i Difitnah
Setelah Imam Malik meninggal dunia pada tahun 179 H, maka Imam al-Syafi’i pulang ke Makkah . Nama Imam al-Syafi’i demikian harumnya sehingga menarik perhatian seorang penguasa Yaman yang bersetuju melantik Imam al-Syafi’i sebagai wali ataupun pegawai yang bertanggung jawab di daerah Najran. Disitu Imam al-Syafi’i telah menjalankan tugasnya dengan penuh keadilan sehingga menjadi tumpuan orang ramai mengharapkan keadilan.
Sudah tentu sikap benar dan adil itu bukan semua manusia menyukainya, terutama sekali manusia yang suka menindas dan zalim. Maka mereka mecari jalan untuk menyinkirkan Imam al-Syafi’i dari daerah tersebut dengan demikian, segala rencana jahat mereka tidak ada yang menghalanginya.
Oleh itu mereka mencari-cari jalan untuk menjatuhkan Imam al-Syafi’i, lalu Imam al-Syafi’I difitnah dengan aduan palsu kepada khalifah al-Rasyid, dengan menuduh Imam al-Syafi menjadi ketua kepada sembilan Alawi yang hendak menggulingkan kerajaan Abbasiyah.
Imam al-Syafi’i adalah diantara para Imam yang sangat mencintai Ahlul Bait (keluarga terdekat Rasulallah s.a.w.). Banyak sya’ir beliau yang menunjukkkan kecintaan beliau kepada Ahlul Bait, antaranya Imam al-Syafi’i bersyair.
"Wahai Ahlul-Bait Rasulallah, mencintai kalian
adalah Kewajiban dari Allah diturunkan dalam al-Quran
cukuplah bukti betapa tinggi martabat kalian
tiada sholat tanpa shalawat bagi kalian."
Dalam sya’ir lainnya al-Imam Syafi’i menyampaikan kandungan isi hatinya, antara lain al-imam mengatakan:
"Jika sekiranya disebabkan kecintaan kepada keluarga Rasulallah s.a.w. maka aku dituduh Rafidhi (Syi’ah). Maka saksikanlah jin dan manusia, bahwa sesungguhnya aku adalah Rafidhi."
Kecintaaan Imam al-Syafi’i kepada Ahlul Bait menjadi bahan fitnah bagi manusia dengki, kaki ampu, untuk menjatuhkan imam al-Syafi’i dari kedudukannya. Lalu surat fitnah dikirmkan kepada Harun al-Rasyid yang bunyinya demikian :
" ………Diantara mereka terdapat seorang lelaki bernama Muhammad bin Idris, ia bekerja dengan lidaha ………Jika tuanku ingin Hijaz kekal di bawah takluk pemerintahan tuanku, mereka itu hendaklah dibawa kepada tuanku." (Usul al-Fiqh,h.65)
Al-Rayid merasa ketakutan Kerajaannya tumbang, sebab kerajaannya dibina dengan banyak mengorbankan jiwa mereka yang tak bersalah, lalu dia memerintahkan kumpulan sembilan dan al-Syafi’i supaya dibawa menghadapnya di Iraq. Kesemua mereka digari dibawa dengan baghal. Di Iraq, semuanya dibunuh kecuali al-Syafi’i yang mendapat pembelaaan dari Imam Muhammad Syaibani (murid imam Abu Hanifah) pada tahun 184 Hijrah.

Prev: SEMBAHLAH BERHALA MODERN
Next: Imam Abu Hanifah

sumber : http://irdy74.multiply.com/journal/item/136

BUKU

Tafsir Imam Syafi'i 3 Jilid Box /ALH

Penerbit : Almahira
Penulis : Syaikh Ahmad bin Musthafa
Tahun Terbit : Cet 1: Februari 2008
Kertas & Halaman : Isi kertas HVS
Ukuran Buku : 18 x 28 cm, Hard Cover 3 Jilid
Kategori : Tafsir
ISBN : 978-602-8074-05-6
Harga : Rp 599,000
25%   
Rp 449,250

Sebuah buku yang memperlihatkan kedalaman dan kepiawaian Imam Syafi’i dalam memahami dan menafsirkan Al Qur’an. Inilah buku yang layak dijadikan referensi oleh para pengagum Imam Syafi’i, karena dalam buku inilah berbagai dasar pijakan madzhab beliau uraikan satu persatu. “Aku pernah belajar dan berdiskusi dengan para ahli tafsir. Aku lihat, jika Imam Syafi’i menafsirkan suatu ayat, seakan-akan beliau ikut menyaksikan langsung turunnya ayat tersebut” -Yunus bin Al A’la. “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih paham Al Quran, melebihi pemuda Quraisy ini( Imam Syafi’i)” – Imam Ahmad bin Hambal. Semoga buku ini bisa membantu kita memahami dalil-dalil yang digunakan Imam Syafi’i dalam menerapkan pendapatannya, sehingga kita tidak hanya taqlid buta dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penulis : Syaikh Ahmad Musthafa al-Farran
Penerjemah : Fedrian Hasmand, Fuad S.N., Ghafur S., Arya N.A.
Editor : Tim Almahira
Proofreader : Syarqy Aziz, Inda Hamidah
Muthala'ah oleh : M. Abdul Ghoffar
Desain sampul : Afra' Graphic Studio
Penataletak : Taufik Sholehuddin, Andre Nurwidodo Hartono
Cetakan 1, Februari 2008
Ukuran : 18 x 28 cm.
Jilid : 3 jilid
ISBN : 978-602-8074-05-6

================================================

Keistimewaan Tafsir Imam Syafi'i

Jika Imam Syafi'i menafsirkan suatu ayat, seakan-akan dia menyaksikan langsung proses turunnya ayat tersebut. Oleh karena itu, jika kita cermati secara saksama, Tafsir Imam Syafi'i memiliki banyak keistimewaan, di antaranya:
  1. Tafsir terkemuka yang paling dekat masanya dengan masa tabi'in dan tabi'ut tabi'in.
  2. Tidak ada ruang sedikit pun bagi kisah-kisah Israiliyat.
  3. Tafsir pertama yang menyinggung dan menjelaskan masalah khusus dan umum, mutlak dan muqayyad, yang terdapat di dalam nash-nash al-Qur'an, yang dihubungkan dengan hadis-hadis Rasulullah saw.
  4. Kefasihan dan kemudahan gaya bahasa yang digunakan disertai penjelasan yang detail, sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya.
  5. Dalam menafsir ayat non-hukum, Imam Syafi'i menggunakan kalimat singkat.
  6. Dalam menjelaskan masalah-masalah cabang (furu'iyah) yang berkenaan dengan ayat-ayat hukum, Imam Syafi'i memberi penjelasan panjang lebar.
  7. Sandaran Imam Syafi'i pada tafsir ayat sebagai dalil bagi pendapatnya yang berkenaan dengan kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip dalam mazhabnya.
  8. Imam Syafi'i konsisten dalam bersandar pada mazhab salaf dalam menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan akidah.
  9. Dalam menafsirkan ayat, Imam Syafi'i berpedoman pada sumber-sumber berikut secara berurutan:
    • Tafsir al-Quran menggunakan al-Quran
    • Tafsir al-Quran dengan menggunakan hadis
    • Tafsir al-Quran dengan menggunakan Ijma'
    • Tafsir al-Quran dengan menggunakan Qiyas
    • Tafsir al-Quran dengan menggunakan pendapat para sahabat
    • Tafsir al-Quran dengan menggunakan pekataan para tabi'in dan imam
    • Tafsir al-Quran dengan menggunakan bahasa Arab dan gaya bahasanya.
    Syaikh Abu Zahrah telah mensinyalir langkah-langkah ini secara tidak berurutan. Dia mengatakan, "Imam Syafi'i telah menempuh jalan lurus tersebut, dia menggunakan al-Quran dan as-Sunnah untuk menetapkan suatu hukum. Jika as-Sunnah tidak ditemukan, dia akan menggunakan alat bantu dari perkataan sahabat, baik yang menyangkut hal-hal yag disepakati maupun yang diperselisihkan. Kalau tidak menemukan perkataan sahabat, dia menggunakan alat bantu sastra dan bahasa Arab, logika, dan qiyas."
Berat: ... gram.
  1. Apabila tidak menemukan semua Jenis buku yang Anda cari, dapat ditanyakan atau silahkan hubungi via:

    email: mitraahmad_buku@yahoo.com

    sumber : http://www.mitraahmad.net/buku-tafsir_imam_syafi_i_3_jilid_box_alh-254.html

BLOG ++

The speed at which your blog loads is critical to attracting more readers to your blog. If your blog takes a long time to load, many readers may leave your blog before they have the chance to read it. Here are a few tips and tricks that will help your blog load faster and attract more users:

Posts

Your blog's load time can be affected by the number of posts you display on your main page. You can easily edit the number of posts displayed of the main page from the Settings | Formatting tab. You can then select the number of posts you want to display on the main page. We recommend displaying 10 or fewer posts on the main page.

Third Party JavaScript and Links

For optimal blog load speed, we recommend using Google/Blogger widgets, JavaScript and links. However, if you need to use third party JavaScript and links, your blog will load much faster if you put all JavaScript at the bottom of your blog. If you have third party JavaScript and links in your sidebar, put them in at the bottom of the sidebar.

Images and Media


Learn even more ways Google products work together.
The more images, videos and other multi-media you have on your blog the longer it will take to load. However, images and other multimedia are important to attracting users to your blog, so it is important to optimize the load speed of your images and media. Here are a few tips to increase the load speed of your media:
  • Decrease the size of your images or use thumbnails that link to the full-size image.
  • If you use third party images, consider uploading them to Picasa Web Albums via the Blogger post editor.
  • If you have a large number of images to display, you can upload all your images (from a vacation or event) to a Picasa Web Album and link to the album in your post or sidebar.

Other suggestions

  • If you've added any custom CSS to your blog, make sure you put it at the top of the page.
  • The most important content of your blog that catches readers attention should load the quickest. To help you identify which items are taking the longest to load you can use Stopwatch. To use Stopwatch, enter your blog's URL into the text box and click "Start StopWatch". Stopwatch will then open your blog in a frame and will record the time it takes for everything on your blog to load, including images, videos, widgets, etc. Take note of the items that take the longest to load and modify them appropriately using our suggestions.

KENALAN DENGAN LINUX

Cara Membaca Partisi Linux di Windows


Cara Membaca Partisi Linux di Windows ImageAnda ingin membaca atau mengambil file pada partisi linux menggunakan windows? Atau ingin membackup data penting pada partisi linux menggunakan windows? Berikut kami sampaikan bagaimana cara mengambil file pada partisi linux menggunakan windows.
Saat ini, kebanyakan pengembang sistem operasi linux menggunakan Extended File System 4 sebagai default partisi hardisk dari distribusi linux yang mereka kembangkan. Sementara, bagi yang menggunakan linux versi sebelumnya, mungkin yang anda pakai adalah format partisi sebelumnya yaitu Ext2 maupun Ext3.
Jika ingin membaca file pada Extended File System menggunakan OS windows, anda bisa melakukannya dengan alikasi  kecil yang dinamakan Ext2Explore yang bersifat open source dan bisa didownload dengan gratis.
Berikut kami berikan tutorial bagaimana cara membaca partisi linux menggunakan aplikasi Ext2Explore di Windows.
  • Download aplikasi Ext2Read ke PC atau notebook. (Link download ada di bagian akhir artikel)
  • Ekstrak file ZIP yang telah didownload menggunakan 7Zip, WinZip atau WinRar.
  • Jalankan file Ext2Explore yang telah diekstrak tadi.
  • Jika menggunakan Windows XP, anda tidak akan menemui banyak masalah karena aplikasi sepertinya memang dibuat untuk Windows XP. Tetapi, jika menggunakan Windows 7, anda mungkin harus merubah properties-nya agar kompatibel dengan windows 7. Caraya, klik kanan Ext2Explore, pilih properties dan lanjutkan dengan mengeklik Tab Compatibility. Selanjutnya beri tanda pada bagian Run this program in compatibility for dan pilih Windows XP (Service Pack 3).
    Cara Membaca Partisi Linux di Windows Image
  • Klik tombol OK dan jalankan aplikasi tersebut.
  • Setelah itu, aplikasi Ext2Explore secara otomatis akan mendeteksi partisi linux pada komputer.
    Cara Membaca Partisi Linux di Windows Image
  • Jika menemukan kesalahan atau terjadi error saat pembacaan, coba tutup dan buka lagi aplikasi ini. Pastikan juga anda login menggunakan user administrator, bukan user yang lain.
  • Jika ingin menyimpan file pada partisi windows, klik kanan file yang akan disimpan dan klik Save.
    Cara Membaca Partisi Linux di Windows Image
  • Tunggu sampai proses copy selesai, baru anda bisa membuka file hasil cpoy tersebut.
    Cara Membaca Partisi Linux di Windows Image
  • Jangan lupa tutup aplikasi Ext2Explore jika selesai menggunakannya.
Kesimpulan!
Meskipun dengan tips ini anda tidak bisa menyimpan atau merubah isi file pada partisi Linux, setidaknya anda bisa membaca dan mengkopinya ke partisi windows jika dibutuhkan. Solusi menarik bagi yang punya dual OS tanpa harus melakukan restart komputer.
Link download!
Selamat mencoba dan perluas wawasan anda tentang dunia teknologi dan informasi dengan mengikuti update FastNCheap Blog!

Read more: http://blog.fastncheap.com/cara-membaca-partisi-linux-di-windows/#ixzz1LFZStSoT

sharing ++ windows

Cara Mengetahui Serial Number Software Windows

Jul 28, 2010 by FastNCheap Under Tips & Trik - 12 Comments  
Lupa dengan serial number dari aplikasi yang telah anda install? Ingin mengetahui berapa serial number dari aplikasi di komputer? Gunakan software SoftKey Revealer untuk menemukan jawabannya!
Cara Mengetahui Serial Number Software Windows Image
SoftKey Revealer adalah sebuah aplikasi kecil yang dapat membantu anda secara cepat berapa serial number dari semua software di sistem operasi Windows. Download aplikasi SoftKey Revealer dari official website SoftKey Revealer dalam bentuk ZIP, ekstrak file yang telah anda download tadi dan jalankan file EXE-nya. Semua serial number software dari windows bisa dilihat termasuk serial number dari Operating System Windows yang anda gunakan.
Jika ingin menyimpan semua serial number yang ada pada system windows anda, klik tombol Save pada bagian bawah. Serial number akan disimpan dalam bentuk TXT di folder yang sama dengan aplikasi SoftKey Revealer.
Anda juga disediakan menu Edit yang membantu anda jika ingin merubah Windows Reg Info di Windows yang anda gunakan.
Masih butuh lebih banyak informasi tentang lisensi dan serial number dari software? Gunakan aplikasi License Crawler yang merupakan aplikasi yang mirip dengan SoftKey Revealer.
Silahkan mencoba! Cara Mengetahui Serial Number Software Windows Image

12 Comments on Cara Mengetahui Serial Number Software Windows

  1. Ruhyat
    Sep 16, 2010

  2. THANKS A LOT….
  3. Fikri Online
    Sep 16, 2010

  4. @Ruhyat : Sama-sama & terima kasih banyak telah berkunjung ke FastNCheap Blog! :)
  5. dekan
    Oct 29, 2010

  6. thanks infonya. akhirnya yang saya cari ketemu juga main main ke blog saya juga ya :)
  7. Fikri Online
    Nov 1, 2010

  8. @dekan : Sama-sama brow & terima kasih banyak telah berkunjung ke FastNCheap Blog! :)
  9. AGUSTIN
    Nov 16, 2010

  10. ada program untuk mengetahui nomer seri microsoft offce ngak? soalnya saya mau cocokin serial number office komputer saya (saya ada beberapa PC). kalau ada bisa saya minta untuk saya down load.TKS…
  11. Stigi Weling
    Mar 10, 2011

  12. bagaimana cara nge format Hard Disc PC secara manual,kalau ada gambarnya sekalian ditampilkan ya,thanx
  13. fitrah
    Mar 10, 2011

  14. @agustin : coba pakai “Craagle” cari di google ada ;)
  15. Fikri Online
    Mar 14, 2011

  16. @Stigi Weling: Coba buka Windows explorer, kemudian klik kanan pada drive yang ingin diformat dan klik menu Format. Pilih Quick format untuk mempercepat proses format dengan catatan format HDD tidak akan maksimal karena akan mem-baypas beberapa proses dari format hard disk. Semoga bisa membantu dan terima kasih banyak telah berkunjung ke FastNCheap Blog! :)
  17. lala
    Apr 17, 2011

  18. saya baru beli notebook merk acer aspire one tipe D255 dg windows 7starter edition.. kemudian belakangan ini saya baru tau bahwa windows ini banyak kekurangannya.. kemudian saya disarankan untuk mengubahnya/mengupgrade ke windows yg lebih tinggi seperti windows 7 home premium dsb.. namun ada beberapa hal yg belum saya fahami dan disini saya mohon bantuannya.. 1. bagaimana cara mendapatkan serial number nya? 2. Apakah meng upgrade itu sama pengertiannya dengan menginstall ulang? 3. Apakah setelah meng-upgrade, maka semua program yg telah kita isi akan hilang?? 4. bisakah kita meng-upgrade sendiri?? 5. kalo kita minta tolong ke toko komputer, biasanya berapa harganya?? terimakasih atas bantuannya…
  19. lala
    Apr 17, 2011

  20. saya baru beli notebook merk acer aspire one tipe D255 dg windows 7starter edition.. kemudian belakangan ini saya baru tau bahwa windows ini banyak kekurangannya.. kemudian saya disarankan untuk mengubahnya/mengupgrade ke windows yg lebih tinggi seperti windows 7 home premium dsb.. namun ada beberapa hal yg belum saya fahami dan disini saya mohon bantuannya.. 1. bagaimana cara mendapatkan serial number nya? 2. Apakah meng upgrade itu sama pengertiannya dengan menginstall ulang? 3. Apakah setelah meng-upgrade, maka semua program yg telah kita install akan hilang?? 4. bisakah kita meng-upgrade sendiri?? 5. kalo kita minta tolong ke toko komputer, biasanya berapa harganya?? terimakasih atas bantuannya…
  21. lala
    Apr 17, 2011

  22. saya baru beli notebook merk acer aspire one tipe D255 dg windows 7starter edition.. kemudian belakangan ini saya baru tau bahwa windows ini banyak kekurangannya.. kemudian saya disarankan untuk mengubahnya/mengupgrade ke windows yg lebih tinggi seperti windows 7 home premium dsb.. namun ada beberapa hal yg belum saya fahami dan disini saya mohon bantuannya.. 1. bagaimana cara mendapatkan serial number nya? 2. Apakah meng upgrade itu sama pengertiannya dengan menginstall ulang? 3. Apakah setelah meng-upgrade, maka semua program yg telah kita install sebelumnya akan hilang?? 4. bisakah kita meng-upgrade sendiri?? 5. kalo kita minta tolong ke toko komputer, biasanya berapa harganya?? terimakasih atas bantuannya…
  23. Fikri Online
    Apr 17, 2011

  24. @lala: Banyak sekali pertanyaanya, akan coba saya jawab sesuai dengan pengalaman saya sendiri. 1) Kalau OS anda original, coba lihat di bagian belakang notebook, di situ pasti ada serial number dari Windows anda. 2) Tidak sama karena tidak akan merubah semua file system, tetapi hanya menambah file yang perlu diupgrade. 3) Secara teori tidak karena hanya memperbaiki Windows. Mungkin ada beberapa aplikasi yang tidak berjalan tetapi anda bisa menginstallnya kembali ketika Windows sudah diupgrade. 4) Pasti bisa (Tetapi tergantung tingkat pemahaman anda sendiri apakah mengeri cara upgrade yagn benar). 5) Mohon maaf kalau seperti tiu kami belum bisa jawab karena setiap toko komputer punya harga tersendiri dan jangan lupa di setiap daerah harga service komputer (Termasuk upgrade Windows) berbeda dengan daerah lain. Semoga bisa membantu dan terima kasih banyak telah berkunjung. Jika ada pertanyaan lagi, jangan ragu untuk menyampaikannya di sini dan kami akan coba untuk membantu anda.

Read more: http://blog.fastncheap.com/cara-mengetahui-serial-number-software-windows/#ixzz1LFUsOpoQ