Mentradisikan Belajar Sepanjang Hayat

Perpustakaan yang terdapat di PKBM CORDOVA dilengkapi dengan koleksi buku yang berkulitas sesuai dengan kurikulum terbaru.

Sekretariat PKBM CORDOVA

Gedung Sekretariat Dan Aktivitas Administratif Serta Kegiatan di PKBM CORDOVA.

Ruang Kelas PKBM CORDOVA

Demi Berlangsungnya Kegiatan Ujian yang Maksimal di Dukung Ruang kelas Yang Memadai.

Selamat Datang di Website PKBM CORDOVA | Sebuah Web Yang Menjadi Wadah Aktivitas Dan Kegiatan PKBM CORDOVA Yang semoga saja dapat memberikan Ilmu dan pemahaman baru bagi para pembaca | Jangan Lupa Like dan Tinggalkan Pesan Anda Pada Kotak Pesan Disamping Kanan |

Kamis, 25 Oktober 2012

Khutbah Idul Adha 1433 H: Memilih Pemimpin Memilih Masa Depan: Antara Pengorbanan Rakyat dan Kelakuan Pemimpin


 اَلسَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
 اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْكَبِيْرًا، وَالْحَمْدُلله ِكَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَاَصِيْلاَ لآاِلَهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهْ، وَنَصَرَعَبْدَهْ، وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلاَحْزَابَ وَحْدَهْ لآاِلَهَ اِلاَّ الله وَلاَ نَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهْ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْن لآاِلَهَ اِلاَّ الله ُوَالله ُاَكْبَرْ. اَلله ُاَكْبَرْ وَلله ِالْحَمْد نَحْمَدُالله حَقَّ حَمْدَهْ، وَنَشْكُرُهُ حَقَّ شُكْرَهْ اَشْهَدُاَنْ لآ اِلَهَ اِلاَّالله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهْ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهْ فَيَاعِبَادَالله، اُصِيْكُمْ وَاِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَالله وَطَاعَتِهْ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulllah.
Pada hari yang penuh berkah ini, kita bersyukur kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat, anugerah, dan karunia sehingga kita bisa menjalankan tugas sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini dengan baik. Dari lubuk hati yang dalam, kita harus benar-benar menginsafi bahwa tanpa limpahan rahmat-Nya, mustahil kita melanjutkan kehidupan, apalagi menunaikan tugas-tugas yang telah dibebankan. Dan janganlah kita menjadi makhluk yang kufur nikmat, karena sesungguhnya jika kita menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kita menghitungnya.
Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw. yang telah menuntun umat manusia ke jalan yang benar sesuai syariat Islam. Dialah pendidik sejati yang menanamkan ruh iman ke dalam dada sahabat-sahabatnya, sehingga mereka menjadi sosok yang bisa memposisikan jiwa dan harta sesuai kehendak Ilahi. Dalam perjalanan sejarah, kita saksikan betapa mereka rela, bahkan berlomba untuk mengorbankan harta dan jiwanya demi meraih ridha Allah Swt.
Setiap tanggal 10 Dzul Hijjah, seluruh kaum Muslimin di dunia merayakan Idul Adha yang juga lazim disebut Idul Qurban. Ibadah ini sejatinya merupakan sarana untuk mengenang kisah heroik yang dipertontonkan dua anak manusia di pentas sejarah kehidupan yang sulit ditemui padanannya. Yaitu, Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail as. Kita semua sudah tahu rangkaian peristiwa yang dialami oleh kedua nabiyullah tersebut. Sejak dari keinginan Ibrahim untuk memiliki keturunan di usia senja, hingga kesediannya untuk menyembelih Ismail, putra kesayangannya.
Kisah luar biasa ini merupakan cerita pengorbanan paling fantastis yang pernah diabadikan sejarah. Pengorbanan tanpa pamrih yang dilakukan demi bakti dan kecintaan hakiki kepada-Nya. Berkat pengorbanan ini, Nabi Ibrahim mendapat dua kesitimewaan di sisi Tuhan dan manusia. Pertama, Allah mengangkatnya sebagai kekasih sehingga Ibrahim berhak menyandang gelar Khalilullah (kekasih Allah). Kedua, Ibrahim adalah pendiri trah anbiya’ yang dari keturunannya, lahir nabi-nabi yang lain, termasuk Nabi Muhammad Saw. Untuk keistimewaan ini, Ibrahim berhak atas gelar Abul Anbiya’ (leluhur para nabi).
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْ إِبْرَاهِيْمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ.
“Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya.” (QS Al-Mumtahanah [60]: 4)
Keistimewaan yang dimiliki Nabi Ibrahim ini tidak diperoleh dengan mudah dan murah. Begitu banyak ujian dan cobaan yang harus dilalui, sebelum akhirnya tampil sebagai pemimpin alami yang Islami bagi umatnya. Kita tentu masih ingat dengan kisah perseteruan Ibrahim dengan Raja Namruz. Keberaniannya dalam mengungkap kesalahan serta kegigihannya dalam mengutarakan kebenaran kepada sang penguasa zalim, harus dibayar mahal dengan hukuman bakar di tengah api unggun.
Tapi Allah tidak mengantuk dan tidak tidur (Lâ ta’khudzuhu sinatuw walâ naum). Allah tidak rela jika kekasih-Nya yang berani menyuarakan kebenaran, harus menemui ajal di tengah kobaran api. Allah memerintahkan api supaya menjadi dingin dan tidak mencederai Ibrahim:
يَا نَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَسَلاَمًا عَلَى إِبْرَاهِيْمَ.
“Wahai api, jadikan dirimu dingin dan selamatkan Ibrahim,” (QS Al-Anbiya’ [21]: 69)
Semangat Nabi Ibrahim inilah yang harus diwarisi oleh setiap muslim dalam berhadapan dengan para pemimpin yang zalim, arogan, dan sering berdusta. Dengan meneladani keberanian Nabi Ibrahim, akan tercipta iklim politik dan bernegara yang bersih, terhindar dari dusta dan keculasan. Aparat negara dan pemangku jabatan publik, pasti akan berpikir dua kali untuk melakukan kezaliman jika rakyatnya merupakan jelmaan jiwa Nabi Ibrahim yang tak pernah gentar untuk menyuarakan kebenaran.
DERITA UMAT AKIBAT KELAKUAN PEMIMPIN Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulllah.
Adalah fakta yang tak bisa dipungkiri bahwa demokrasi yang berjalan saat ini belum berhasil mewujudkan cita-cita reformasi. Peluang yang terbuka lebar kepada semua orang untuk menduduki jabatan publik, ternyata menciptakan iklim politik yang kurang sehat. Banyak orang yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan, termasuk menggunakan politik uang.
Demokrasi Biaya Tinggi : Besarnya nilai finansial yang harus dikorbankan untuk meraih jabatan politik, membuat sebagian pemimpin negeri ini memandang jabatan sebagai komoditas yang bisa ditransaksikan untuk dimiliki. Mereka tidak sadar bahwa cara pandang tersebut akan membentuk mereka menjadi benalu yang menghisap saripati bangsa sendiri. Mengeksploitasi sumber daya alam untuk menangguk keuntungan pribadi, kemudian menghibur umat dengan data-data statistik yang menyesatkan, hampir mirip dengan yang dilakukan Namruz bin Kan’an saat memerintah Mesopotamia 4.000 tahun yang silam.
Untuk mencegah munculnya pemimpin-pemimpin yang mewarisi kelakuan Namruz, 14 abad lalu Rasulullah Saw. berwasiat kepada kita:

إِنَّهَا سَتَكُوْنُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ مِنْ بَعْدِيْ يَعِظُوْنَ بِالْحِكْمَةِ عَلَى مَنَابِرْ. فَإِذَا نَزَلُوْا اِخْتَلَسَتْ مِنْهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ أَنْتَنَ مِنَ الْجِيْفِ. فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّيْ وَلَسْتُ مِنْهُ وَلاَ يَرِدُ عَلَى الْحَوْضِ. وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقُهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّيْ وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَى الْحَوْضِ.
“Sungguh, akan datang kepada kalian para pemimpin sesudahku, mereka menasihati orang di atas mimbar dengan penuh hikmah, tetapi ketika turun dari mimbar mereka berlaku culas. Hati mereka lebih busuk dari bangkai. Orang yang membenarkan kebohongan dan membantu kesewenang-wenangan mereka, tidak termasuk golonganku dan aku bukanlah golongan mereka. Mereka tidak akan mereguk air dari telagaku. Sementara itu, orang yang tidak membenarkan kebohongan dan tidak membantu kesewenang-wenangan mereka, adalah golonganku dan aku adalah golongan mereka. Mereka akan mereguk air telagaku.”                 (HR Thabrani)
Sayangnya, pragmatisme finansial telah membutakan kita dari wasiat luhur ini saat memilih pemimpin. Sehingga, banyak jabatan publik yang jatuh ke tangan sosok-sosok yang kurang amanah. Jadi, tidak perlu heran jika sekarang masyarakat Indonesia disuguhi pemandangan yang ironis ketika melihat perbedaan kontras antara kondisi rakyat dan pemimpin.
Penderitaan Rakyat dan Kemewahan Pemimpin : Saat ini masih banyak rakyat yang berjuang untuk bertahan hidup karena terhimpit kemiskinan, namun pada saat yang sama, kita menyaksikan para pejabat terlena dalam gelimang kemewahan. Hidup hedonis dan gemar bersenang-senang, memburu prestise dengan membeli barang-barang yang tidak diperlukan, bahkan melanggar rambu agama dengan mengkonsumsi makanan atau minuman haram dan obat-obatan terlarang. Mereka bersikap acuh terhadap masyarakat yang melarat, padahal mereka mendapatkan rezeki dan pertolongan berkat doa orang-orang melarat.
إِنَّمَا تُرْزَقُوْنَ وَتُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ.
“Sungguh, kalian diberi rezeki dan ditolong karena (keberadaan) orang miskin di antara kalian.” (HR Ahmad)
Hubungan antara pemimpin dengan rakyat juga tidak berjalan harmonis. Ada jurang sosial dalam serta dinding birokrasi tinggi yang memisahkan mereka dengan rakyatnya. Sehingga, jangankan untuk mengadukan hajat dan kebutuhan, untuk menyampaikan aspirasi dan koreksi saja, masyarakat dipaksa menempuh jalur panjang dan berliku. Maka wajar kalau mereka menggunakan cara demonstrasi.
Rakyat terlalu penat menunggu janji yang tak kunjung terealisasi. Terlanjur lelah meniti jalur birokrasi ketika hendak menyelesaikan masalah-masalah yang sebenarnya sederhana.
UMAT MERINDUKAN PEMIMPIN KREATIF Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulllah.
Kondisi inilah yang membuat masyarakat merindukan pemimpin yang berjiwa negarawan. Pemimpin aspiratif yang peka terhadap kondisi dan kebutuhan rakyat. Figur yang terampil membina hubungan dengan masyarakat seperti dicontohkan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. Sosok bersahaja yang memandang dan memperlakukan rakyat sebagai sahabat, tidak elitis dan meremehkan karena menganggap rakyat sebagai bawahan.
Kerinduan ini yang harus dikola dengan baik agar bisa disalurkan secara positif. Kita harus sadar bahwa dalam sistem demokrasi, kedaulatan ada di tangan rakyat. Artinya, kita bebas memilih dan mengangkat pemimpin yang kita inginkan. Oleh sebab itu, agar penderitaan akibat ulah dan kelakuan pemimpin ini segera berakhir, mari kita jadikan mekanisme suksesi kepemimpinan sebagai sarana menghadirkan pemimpin kreatif. Beri penghargaan pemimpin kreatif dengan memilihnya kembali, dan hukum pemimpin yang lemah dan culas dengan tidak memilihnya lagi.
Kriteria Pemimpin Kreatif : Supaya kerinduan ini tidak salah arah, kita harus merujuk kepada Al-Quran untuk mengetahui kriteria pemimpin kreatif.
Pertama, Qawiyyul amin atau kuat dan bisa dipercaya:
إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَئْجَرْتَ الْقَوِيُّ اْلأَمِيْنُ.
“Sungguh, orang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS Yusuf [12]: 26)
Ayat ini menyiratkan bahwa pemimpin kreatif adalah pribadi yang teguh pendirian dan aspiratif. Vokal dalam menyuarakan aspirasi umat, gigih dalam memperjuangkan kepentingan daerahnya di pentas nasional dan internasional, serta cerdas dalam berkomunikasi dan bernegosiasi dengan pihak lain. Bukan sosok yang gemar berkeluh-kesah, lantang saat membela kepentingan diri dan kelompoknya, mudah termakan bujuk rayu yang berpotensi menguntungkan diri namun merugikan masyarakat, serta lemah dalam bernegosiasi dengan pihak lain.
Kedua, Hafizhun ‘Alim atau terampil dan cerdas dalam menjaga aset bangsa:
قَالَ اجْعَلْنِيْ عَلَى خَزَائِنِ اْلأَرْضِ إِنَّيْ حَفِيْظٌ عَلِيْمٌ.
“Jadikan aku bendaharawan negara. Sungguh, aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.” (QS Yusuf [12]: 55)
Ayat ini menerangkan bahwa pemimpin kreatif memiliki sifat amanah. Bisa dipercaya memelihara aset-aset bangsa, serta pintar mengelolanya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengutamakan rakyatnya untuk mengeksplorasi kekayaan alam yang dimiliki, dan menetapkan aturan yang ketat kepada pihak asing yang ingin berinvestasi. Ia tahu betul bahwa kekayaan alam adalah anugerah Allah kepada masyarakat, sehingga ia takkan pernah tergoda untuk memanfaatnya secara pribadi.
Pemilik karakter Hafizhun ‘Alim pasti berusaha keras meningkatkan produktivitas masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi, agar menjadi tuan di negerinya sendiri. Ia takkan pernah membiarkan penduduk hanya menjadi buruh bagi perusahaan-perusahaan asing yang mengeruk kekayaan alamnya.
Ketiga, Basthatan fil ilmi wal jismi atau berwawasan luas dan sehat jasmani:
إِنَّ اللهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ.
“Sungguh, Allah telah memilih pemimpinmu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” (QS Al-Baqarah [2]: 247)
Makna Basthatan fil ilmi wal jismi dalam ayat ini adalah sehat jasmani dan luas wawasan. Karakter ini sangat penting bagi seorang pemimpin, karena persoalan umat dewasa ini sangat kompleks, beragam, dan menuntut penanganan yang cepat. Jika tidak ditopang oleh fisik yang prima, urusan rakyat pasti banyak yang terbengkalai. Dan jika tidak memiliki wawasan yang luas, pasti banyak kebijakan yang salah sasaran.
MEMILIH PEMIMPIN MENENTUKAN MASA DEPAN. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulllah.
Mengapa Islam memberikan kriteria yang spesifik mengenai pemimpin? Jawabannya, karena Islam menyadari betul arti penting sebuah kepemimpinan. Islam memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang vital dan fundamental, karena pemimpin menempati hierarki tertinggi dalam struktur bangunan sosial. Dialah penentu arah perjalanan hidup umat. Dinamisator pembangunan fisik dan mental, serta inspirator setiap kebijakan yang mengarah pada terwujudnya kejayaan:baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Pentingnya Kepemimpinan dalam Islam : Begitu pentingnya masalah kepemimpinan ini, sampai-sampai Rasulullah Saw. menganjurkan umatnya untuk mengangkat seorang pemimpin, meskipun hanya bertiga:
إِذَا خَرَجَ ثَلاَثَةٌ فِيْ سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوْا أَحَدُهُمْ.
“Jika kalian bepergian bertiga, angkatlah salah seorang sebagai pemimpin.” (HR Abu Dawud)
Para sahabat juga memahami dengan akurat posisi strategis seorang pemimpin. Sebagai bukti, ketika Rasulullah Saw. wafat, pemuka Anshar dan Muhajirin langsung menggelar musyawarah di Tsaqifah Bani Sa’idah. Mereka lebih mendahulukan suksesi kepemimpinan dibanding prosesi pemakaman sang Nabi. Hal itu dilakukan karena mereka sadar bahwa penerus Rasulullah Saw. haruslah sosok yang kredibel, kapabel, dan diterima semua golongan. Mereka akhirnya memilih Abu Bakar Ash-Shiddiq, sosok yang dinilai paling pantas menggantikan posisi Rasulullah sebagai pemimpin negara.
Keputusan para sahabat ini memang membuat pemakaman Nabi Muhammad tertunda tiga hari. Namun tetap bisa dibenarkan mengingat kekosongan atau kesalahan dalam memilih pemimpin, bisa berakibat fatal bagi kelangsungan tatanan masyarakat madani yang dirintis oleh Rasulullah Saw.
Teladan para sahabat inilah yang harus kita pahami dengan jernih. Bahwa memilih pemimpin, bukan sekadar mengangkat seorang figur untuk menduduki posisi penting dalam struktur kenegaraan dan kepemerintahan. Lebih dari itu, memilih pemimpin berarti memilih masa depan. Seperti apa karakter pemimpin yang dipilih, seperti itu jugalah masa depan yang akan dinikmati oleh suatu umat.
Artinya, jika amanah kepemimpinan diserahkan kepada pribadi keratif yang pandai meningkatkan kualitas sumber daya manusia, cerdas dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam, serta bertanggung jawab menjaga aset bangsa, berarti umat tersebut berada di jalur yang benar dalam menyongsong masa depan yang cerah. Demikian juga sebaliknya, jika kepemimpinan jatuh kepada pribadi culas yang tidak peduli dengan nasib umat, mengeruk sumber daya alam untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, membiarkan korupsi merajalela bahkan ikut terlibat di dalamnya, pasti masa depan bangsa tersebut suram, gelap, dan tak ada harapan untuk maju.
Hubungan Pemimpin dan Masa Depan : Realitas inilah yang terjadi sepanjang sejarah umat manusia. Lihatlah bangsa Israel ribuan tahun silam. Mereka hanyalah kumpulan orang-orang bodoh yang diperbudak Fir’aun untuk membangun kemegahan dinastinya, namun setelah Nabi Musa tampil sebagai pemimpin, mereka berubah menjadi bangsa yang disegani. China awalnya adalah bangsa penggembala dan petani biasa, namun di tangan Jengis Khan, mereka berhasil membangun imperium dan kebudayaan yang luar biasa. Bangsa Arab juga sama. Awalnya mereka hanyalah segerombolan suku nomaden yang mendiami tanah tandus, tapi di tangan Muhammad bin Abdillah, mereka berevolusi menjadi kiblat peradaban dunia sepanjang abad pertengahan. Inilah pentingnya figur pemimpin bagi masa depan. Ketika figur kreatif yang tampil sebagai pemimpin, umat bisa berharap untuk mengecap kemajuan, meskipun daerahnya minim sumber daya manusia dan sumber daya alam. Itulah yang berhasil dibuktikan Nabi Musa kepada bangsa Israel dan Nabi Muhammad kepada bangsa Arab. Sebaliknya, jika umat dipimpin oleh sosok yang lemah dan culas, jangan pernah berharap akan terjadi perubahan, betapa pun melimpahnya sumber daya alam dan tingginya kualitas sumber daya manusia umat tersebut. Inilah yang terjadi kepada bangsa Romawi ketika dipimpin Constantine XI, kepada bangsa Sind di India ketika dipimpin oleh Bahadur Syah, serta kepada umat Islam Andalusia ketika dipimpin Abu Abdullah.
TUNTUNAN ISLAM DALAM MEMILIH PEMIMPIN. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulllah.
Agar tidak salah memilih pemimpin, Islam memberi kita panduan yang lengkap dan rinci.
Pertama, Memilih yang terbaik.
مَنِ اسْتَعْمَلَ رَجُلاً مِنْ عَصَابَةٍ وَفِيْهِمْ مَنْ هُوَ أَرْضَى اللهُ مِنْهُ فَقَدْ خَانَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ وَالْمُؤْمِنِيْنَ.
“Orang yang memilih seorang pemimpin, padahal dia tahu ada orang yang lebih pantas, maka dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan Kaum Muslimin.” (HR Hakim)
Kedua, Istikharah dan Musyawarah.
مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ.
“Tidak akan kecewa orang yang beristikharah, dan takkan menyesal orang yang bermusyawarah.” (HR Ahmad)
Ketiga, Bertanya kepada ahli.
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ.
Bertanyalah kepada ahli ilmu jika engkau tidak tahu.” (QS An-Nahl [16]: 43)
Doa dan Harapan. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulllah.
Dalam mengakhiri khutbah ini, khatib al-faqir ingin mengingatkan kembali bahwa kita semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, demi terciptanya tatanan berbangsa dan bernegara yang bersih dan amanah. Oleh sebab itu, kita harus sadar bahwa setiap perjuangan pasti membutuhkan pengorbanan. Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan.
Maka melalui mimbar yang agung ini, khatib al-faqir mengajak segenap komponen bangsa untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum dalam meningkatkan semangat juang, untuk perubahan dan perbaikan demi kemajuan bersama.
Semoga suri teladan yang ditunjukkan oleh Nabiyullah Ibrahim dan Ismail as., tidak hanya menjadi khasanah ilmu yang menghiasi cakrawala pengetahuan kita, tapi menjadi sumber inspirasi untuk memulai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik di masa depan. Amien…, Amien…, Ya rabbal ‘alamien…
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر.
Wahai Tuhan Yang mempunyai kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
اَللّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُلْحِدِيْنَ، وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Ya Allah, muliakanlah agama Islam dan tinggikanlah derajat kaum muslimin. Hapuskan segala bentuk kekufuran dan enyahkan segala bentuk kejahatan. Tegakkan panji-panji kebesaran-Mu hingga akhir nanti, dengan Rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Pengasih.
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
Ya Tuhan kami, berikanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.
اَللّهُمَّ انْصُرْ سُلْطَانَنَا سُلْطَانَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَانْصُرْ عُلَمَاءَهُ وُزَرَاءَهُ وَوُكَلاَءَهُ وَعَسَاكِرَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَاكْتُبْ السَّلاَمَةَ وَالْعَافِيَةَ عَلَيْنَا َوَعَلَى الْغُزَّاةِ وَالْمُسَافِرِيْنَ وَالْمُقِيْمِيْنَ، فِيْ بَرِّكَ وَبَحْرِكَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ.
Ya Allah, tolonglah penguasa kami, pemimpin kaum yang beriman, tolonglah para ulama, tolonglah para menteri, pejabat, serta tentaranya hingga hari Akhir. Tetapkan keselamatan dan kesehatan bagi kami, orang-orang yang sedang berjuang, para musafir, serta yang tidak bepergian, baik yang ada di darat atau di laut-Mu—umat Muhammad dan seluruh umat manusia.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Mahasuci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Penguasa alam semesta.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/10/23697/khutbah-idul-adha-1433-h-memilih-pemimpin-memilih-masa-depan-antara-pengorbanan-rakyat-dan-kelakuan-pemimpin/#ixzz2AK97K3Rr

Jumat, 19 Oktober 2012

Lembaga Kursus @L-BAROKAH

Efek positif  dari Program Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobil Internet Kecamatan (MPLIK), maka pengelola PKBM Cordova Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur yang menaungi sebuah Lembaga Kursus @L-BAROKAH, ingin ikut berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa umumnya dan Siswa/siswi MI, MTs, MA Ma'arif Daarul Rahman di bawah naungan Yayasan Pendidikan Ma'arif Daarul Rahman (YPMDR) Melaris khususnya.
Semoga program ini disambut antusias oleh para peserta baik yang umum maupun yang khusus tersebut diatas...
Karena Dunia itu kejam bagi manusia yang BODOH dan MISKIN...

SETETES PENGETAHUAN

Assalamu'alaikum
Sungguh ilmu itu semakin kita gali maka semakin luas adanya. softwer ini bkn hanya mampu utk menuliskan Ayat-ayat Al-Quran tp jg bs disimak tulisannya
semoga bermanfaat dan silahkan mecubo tp anjurannya jgn pk hp, krn hp nya bs meduuuup DOR lho wkwkwkwk...

 https://apps.facebook.com/quranic_verses/?browser
isi jika melanggar kode etik "copas" ane mohon maaf ....smg bermanfaat
Wassalam... 

Jumat, 04 Mei 2012

7 Penyebap yang Merusak Kesehatan Jantung






Penyakit jantung kini menjadi pembunuh manusia no 1 penyakit jantung merupakan penyakit yang paling di takuti manusia maknya kamu harus tahu apa aja yang menyebapkan kesehatan jatung kamu menjadi rusak nah berikut ini ada 7 Penyebap yang Merusak Kesehatan Jantung penasaran apa aja itu simak berikut ini.

1. Bakteri dalam mulut
Pasti kamu tidak menyangka jika bakteri yang ada di dalam mulut kamu ternyata dapat merusak gigi kamu lho. Bakteri Streptococcus mutans penyebab lubang gigi dapat masuk ke jaringan organ jantung, menyebabkan endokarditis yang berbahaya dan mematikan. Makanya agar gigi kamu sehat kamu harus sering sering gosok gigi agar mulut kamu bersih dan jantung pun sehat.
2. Depresi dan Stres
Depresi dan stres memang sumber dari banyak penyakit sakit jantung pun juga bisa timbul akibat stres. Ada baiknya kamu menghindari stres cari suasana yang senang dan bergrmbira lah pasti deh kamu akan lebih sehat.
3. Mendengkur
Tidak besar memang kaitan mendengkur dengan kesehatan jantung. Tetapi perlu diwaspadai bahwa mendengkur bisa jadi gejala tekanan darah tinggi. Bisa juga gejala dari gangguan tidur yang disebut Sleep Apnea. Biasanya diderita oleh orang-orang yang bertubuh gemuk, meski yang kurus pun bisa.
4. Banyak makan
Banyak makan bisa mengakibatkan kegemukan seperti yang kita tahu kegemukan adalah sumber dari segala penyakit banyak penyakit yang bisa timbul akibat kegemukan salah satunya ya penyakit jantung.
5. Merokok
Merokok atau asap rokok dapat menyebabkan penyumbatan pada arteri, sehingga peredaran darah tidak lancar.
6. Berhenti minum obat
Meskipun obat-obatan punya efek samping, tapi bagi penderita tekanan darah tinggi, konsumsi obat harus teratur, meskipun tubuh merasa fit. Hal ini untuk menstabilkan tekanan darah supaya tidak semakin tinggi dan mempengaruhi kerja jantung.
7. Anti buah dan sayur
Terbukti bahwa mengonsumsi buah dan sayur dalam lima sajian perhari mengurangi resiko sakit jantung dan stroke sebanyak 20%, dibanding dengan yang mengonsumsi dalam tiga sajian perhari.

Minggu, 09 Oktober 2011

Mobil PLIK

m-plik 
Guna mempercepatan peningkatan keterjangkauan pemerataan layanan internet di masyarakat terpencil dan untuk mendorong perubahan pada daerah setempat,  mencerdaskan warga dan kesejahteraan masyarakat, Kementerian KOMINFO segera meluncurkan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan secara bertahap ke pelosok daerah tertinggal. Yang unik di bagian mobil tertera tulisan - Jangan Biarkan Yang Terpencil kian terkucil -

Daftar Kecamatan Sasaran Penyediaan M-PLIK :
  1. Nanggroe Aceh Darussalam 105 unit
  2. Sumatera Utara 96 unit
  3. Sumatera Barat 114 unit
  4. Jambi 50 unit
  5. Riau 50 unit
  6. Kepuauan Riau 14 unit
  7. Bengkulu 45 unit
  8. Lampung 45 unit
  9. Kepuaulan Bangka Belitung 14 unit
  10. Sumatera Selatan 105 unit
  11. Jawa Barat 64 unit
  12. Banten 35 unit
  13. D.I Yogyakarta 8 unit
  14. Jawa Tengah 120 unit
  15. Jawa Timur 132
  16. Bali 24 unit
  17. Nusa Tenggara Barat 40 unit
  18. Nusa Tenggara Timur 75 unit
  19. Sulawesi Utara 16 unit
  20. Gorontalo 45 unit
  21. Sulawesi Tengah 50 unit
  22. Sulawesi Barat 24 unit
  23. Sulawesi Tenggara 60 unit
  24. Sulawesi Selatan 105 unit
  25. Kalimantan Barat 77 unit
  26. Kalimantan Selatan 84 unit
  27. Kalimantan Tengah 98 unit
  28. Kalimantan Timur 72 unit
  29. Maluku 32 unit
  30. Maluku Utara 32 unit
  31. Papua 60 unit
  32. Irian Jaya Barat 16 unit : Total 1907 (sumber ; Kekominfo)
Pada tanggal 19 – 24 Mei 2011 mobil ini sempat di pamerkan pada Kegiatan Pameran Informasi Nasional (PIN) 2011 di Taman Budaya Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Inilah bentuk M-PLIK beberapa karoseri yang mendukung pemenang tender pengadaan Mobil Penyedia Layanan Internet Kecamatan ini adalah Karoseri Delimajaya Carrosserie, Karya Logam, Delima Mandiri, New Armada, Rahayu Sentosa, Tugas Anda.
Sumber :
m-plik-new-armada
m-plik-delimajaya
m-plik-karya-logam3
m-plik-tugas-anda